ZONAUTARA.com – Esmir Bajraktarević, yang lahir dan dibesarkan di Appleton, Wisconsin, akan menghadapi mantan timnya saat Bosnia dan Herzegovina bertanding melawan tim nasional Amerika Serikat di babak 32 besar Piala Dunia pada Rabu mendatang. Bajraktarević, yang sebelumnya mewakili Amerika Serikat di level U-19 dan U-23, memilih untuk membela Bosnia dan Herzegovina menjelang Piala Dunia 2024 di Paris.
Pada tahun 2024, Bajraktarević sempat terlibat dalam skuad senior AS di bawah pelatih Gregg Berhalter, mencatatkan debutnya melawan Slovenia. Namun, sebelum skuad ditentukan untuk Paris, ia mengajukan permohonan untuk memenuhi syarat bermain bagi Bosnia dan Herzegovina. Keputusan ini tidak terlepas dari latar belakang keluarganya, di mana orang tuanya melarikan diri dari perang di Bosnia setelah runtuhnya Yugoslavia. Mereka pertama kali tiba di Swiss sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat pada tahun 2001 sebagai bagian dari program pemukiman pengungsi.
Bajraktarević mengungkapkan, “Perang itu sangat buruk. Orang tua saya kehilangan banyak anggota keluarga. Itu sangat tragis. Srebrenica adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Itu adalah bagian dari diri saya dan siapa saya. Itu ada dalam darah saya.” Dari perspektif ini, keputusan Bajraktarević untuk mewakili Bosnia menjadi sangat logis.
Perjalanan karirnya di tim nasional Bosnia dimulai pada 7 September 2024, ketika ia melakukan debutnya, tidak lama sebelum kualifikasi UEFA dimulai. Dalam waktu dua tahun, ia menjadi bagian penting dalam momen bersejarah Bosnia ketika mereka berhasil mengalahkan Italia dalam playoff UEFA, yang membawa mereka ke Piala Dunia. Dalam adu penalti, Bajraktarević berhasil mencetak gol yang menentukan dan mengantarkan Bosnia kembali ke Piala Dunia setelah sekian lama.
Saat ini, Bajraktarević menjadi salah satu pemain kunci bagi Bosnia, dengan catatan penting dalam permainan melawan Kanada dan Qatar, serta tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Swiss. Ia telah mencatatkan 214 menit bermain dan menjadi salah satu pemain dengan kontribusi terbesar dalam serangan Bosnia, dengan lima umpan ke kotak penalti.
Dengan situasi yang unik ini, Bajraktarević akan menghadapi mantan rekan setimnya di tim nasional AS. Menjelang pertandingan, rekan satu timnya di PSV, Sergiño Dest, mengatakan, “Kami belum membicarakan pertandingan ini. Saya belum menghubunginya, dia juga belum menghubungi saya, tetapi dia adalah pemain yang bagus. Dia juga harus membuat pilihan antara AS dan Bosnia. Dia memilih sisi yang lain. Tetapi semoga kami tidak menyesal setelah Rabu.”
Sumber: The Guardian

