ZONAUTARA.com – Diska, seorang anak perempuan berusia tujuh tahun, harus kehilangan kedua orang tuanya setelah kapal KM Nurul Salsa yang mereka tumpangi tenggelam saat menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, memastikan bahwa pemerintah daerah akan menanggung biaya pendidikan Diska hingga perguruan tinggi.
Kejadian tragis yang menimpa Diska dan kedua orang tuanya, Hasbi (41) dan Malida (31), terjadi pada Rabu (15/7). Hingga saat ini, kedua orang tua Diska masih dinyatakan hilang. “Diska sempat sebelumnya sama bapak dan mamanya. Tapi, begitulah kalau ajal,” ungkap Bau Asseng, tante Diska yang juga merupakan korban selamat dari insiden tersebut, Rabu (22/7).
Saat peristiwa tenggelamnya kapal, Bau Asseng bersama Diska dan beberapa penumpang lainnya sempat bertahan di laut dengan berpegang pada pelampung gabus selama beberapa hari. “Karena kondisi laut yang dihantam gelombang tinggi, kita kesulitan bertahan. Sehingga ayah dan ibu Diska terpisah. Ibunya sempat bertahan selama tiga malam hingga akhirnya meninggal di atas gabus, tidak sanggup lagi bertahan karena dehidrasi dan kelelahan,” paparnya.
Sang ayah, sempat berpesan kepada Bau Asseng untuk menjaga Diska sebelum akhirnya mereka berpisah. “Tolong jaga Diska,” katanya. Diska bersama Bau Asseng dan tiga korban selamat lainnya, ditemukan oleh kapal nelayan pada Sabtu (19/7) setelah beberapa hari terombang-ambing di laut Flores.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar berjanji memberikan santunan dan memastikan masa depan Diska. “Adapun anak kecil itu, kami ketahui kehilangan orang tuanya dan Insyaallah akan menjadi tanggung jawab pemda,” kata Natsir Ali. Selain itu, dia menambahkan bahwa seluruh upaya terus dilakukan untuk mencari korban yang masih hilang dan meminta doa masyarakat agar proses pencarian diberikan kemudahan.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

