ZONAUTARA.com – Sebuah adegan mengerikan ditemukan oleh pihak kepolisian di Legacy Independent Funeral Directors yang berlokasi di Hull, Inggris, ketika mereka menemukan 35 jenazah dan lebih dari 100 set abu jenazah dalam penggerebekan yang dilakukan pada Maret 2024. Polisi menemukan tempat tersebut dalam kondisi berantakan dengan berbagai barang berserakan di berbagai sudut, termasuk instrumen dan tas-tas plastik di meja kerja dan bahkan wastafel.
Pada saat ditangkap, direktur rumah duka, Robert Bush, menuduh polisi Humberside memperlakukannya seperti revolusioner Marxis Che Guevara dan berupaya mengecilkan tindak kejahatannya. Ia mempertanyakan tindakan penahanan bersenjata tersebut dan mengklaim perlakuan itu “sangat mengganggu” serta dirinya bukanlah pribadi yang “rumit”.
Di pengadilan, terungkap bahwa Bush telah mengakui 67 pelanggaran, termasuk gagal menguburkan dan mengkremasi sejumlah jenazah, serta memberikan abu jenazah yang salah. Korban-korban mengecam tindakannya sebagai “jahat” dengan beberapa di antara mereka menangis mendengar detil kejadian tersebut, terutama ketika mendengar temuan sisa-sisa jenazah dalam kantong kertas yang awalnya dikira sebagai burung bayi.
Pada persidangan yang berlangsung selama lima hari di Pengadilan Mahkota Hull, dijelaskan bahwa kelembapan dan jamur telah menyebar ke peti mati, dengan kotoran dan cairan tubuh kering terlihat di lantai. Sementara itu, rekaman kamera tubuh polisi menunjukkan kekacauan di rumah duka tersebut.
Selain itu, pada waktu yang bersamaan saat polisi merekam situasi dalam rumah duka, Bush ditangkap di Bandara Heathrow setibanya dari liburan. Dalam wawancara dengan polisi, ia mengaku gagal menghubungi layanan pemakaman kota untuk meminta bantuan dan meminta maaf kepada para korbannya dengan mengatakan, “Saya sangat menyesal atas luka yang ditimbulkan, tetapi saya tidak pernah menginginkan ini terjadi. Ini adalah pilihan yang buruk.”
Diolah dari laporan BBC News.

