ZONAUTARA.com – Kekeringan ekstrem telah mengakibatkan penyusutan Sungai Danube yang mengungkapkan bangkai kapal perang era Nazi di dekat Prahovo, Serbia. Krisis ini juga berdampak pada produksi listrik dan pelayaran di Eropa, yang terhambat oleh pengurangan debit sungai.
Pada 30 Juli 2026, bangkai kapal Jerman dari Perang Dunia II muncul kembali ke permukaan akibat penurunan drastis debit Sungai Danube. Fenomena ini menjadi dampak nyata dari kekeringan berkepanjangan yang melanda kawasan Danube, mengganggu pasokan listrik dan transportasi sungai di berbagai negara Eropa.
Di PLTA Djerdap 1, yang dioperasikan Serbia dan Rumania, jalur pelayaran semakin sempit karena kemunculan gundukan pasir dan pulau-pulau yang sebelumnya terendam. Davor Maljokovic, Direktur Produksi Djerdap 1, mengungkapkan bahwa pembangkit berkapasitas 15 gigawatt-jam per hari kini hanya memproduksi sekitar 20% dari kapasitas normal, sementara PLTA Djerdap 2 juga mengalami penurunan produksi.
Kekeringan juga mempengaruhi sistem pendingin PLTU Kostolac, memaksa pengurangan produksi. Dalam menghadapi kekurangan listrik, Serbia memanfaatkan PLTA berpompa Bajina Basta, sementara kompleks PLTU Nikola Tesla menyuplai sekitar 50% kebutuhan listrik nasional. Secara keseluruhan, 60% listrik Serbia berasal dari batu bara lignit, 30% dari tenaga air, dan sisanya dari sumber lain.
Pemerintah Serbia menetapkan status siaga penuh menghadapi gelombang panas yang diperkirakan berlangsung 10 hari, dengan langkah darurat seperti pembatasan air untuk penyiraman. Aliran Sungai Danube diprediksi mungkin turun di bawah 1.400 meter kubik per detik pada bulan Agustus, lebih rendah dari rekor terendah sebelumnya.
Dampak kekeringan juga dirasakan negara-negara lain di sepanjang Danube. Di Hongaria, produksi reaktor 2 PLTN Paks dikurangi 50% karena kekurangan air, sementara Rumania menghentikan operasi dua reaktor PLTN Cernavoda. Bulgaria mendokumentasikan penemuan sisa-sisa mammoth purba akibat surutnya Sungai Danube.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

