Sejarah Kepemilikan Spanyol atas Wilayah Ceuta dan Melilla

Menyusuri sejarah Ceuta dan Melilla sebagai wilayah Spanyol di Afrika Utara yang menimbulkan sengketa.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Ribuan migran dari Maroko dilaporkan memasuki Ceuta, wilayah Spanyol yang terletak di pesisir utara Afrika, melalui berbagai cara seperti berenang mengitari pagar perbatasan atau menggunakan pelampung untuk mencapai daratan. Kejadian ini menyoroti perhatian tentang Ceuta, yang secara geografis berbatasan dengan Maroko namun berada di bawah kedaulatan Spanyol. Kondisi serupa juga terjadi pada Melilla, kota otonom Spanyol lainnya di wilayah Afrika Utara.

Penelitian dari Farah Ali yang dipublikasikan dalam Jurnal Studi Internasional Mediterania menunjukkan bahwa Ceuta dan Melilla mengalami berbagai pergantian kekuasaan. Awalnya, kedua kota ini dikuasai Kekaisaran Romawi, diikuti oleh bangsa Vandal, sebelum akhirnya dikuasai pasukan Dinasti Umayyah pada 711 M. Proses reconquista oleh kerajaan-kerajaan Kristen berhasil merebut wilayah ini dari kekuasaan Muslim dan berakhir pada 1492. Selanjutnya, Spanyol menguasai Melilla pada 1497, sementara Ceuta baru bergabung ke Spanyol pada 1668 setelah sebelumnya dikuasai Portugal.

Pada abad ke-20, baik Spanyol maupun Prancis menguasai sebagian Maroko melalui sistem protektorat. Protektorat Prancis berakhir pada 1956, sedangkan Spanyol baru mengakhiri protektorannya dua tahun kemudian, tetapi tetap mempertahankan Ceuta dan Melilla. Farah Ali menjelaskan bahwa Spanyol dan PBB tidak mengakui klaim Maroko atas kedua kota tersebut, meskipun sebagian kalangan di Maroko menyebutnya sebagai sisa kolonialisme Spanyol.

Kedua kota ini memiliki posisi strategis. Ceuta berada di Selat Gibraltar, jalur penghubung antara Samudra Atlantik dan Laut Mediterania, sementara Melilla terletak di pesisir Mediterania. Posisi ini memberikan keduanya peran penting dalam perdagangan, pelayaran, dan pertahanan. Secara sosial dan politik, meski terletak di Afrika Utara, secara administratif Ceuta dan Melilla adalah bagian dari Spanyol dan Uni Eropa.

Ceuta dan Melilla sering menjadi jalur bagi migran Afrika yang ingin masuk ke Eropa. Farah Ali mengungkapkan bahwa aktivitas di perbatasan kedua kota berlangsung intensif dengan pengawasan ketat oleh otoritas Spanyol. Sejak 1993, pagar modern telah dibangun, lalu diperbarui beberapa kali setelah terjadinya penyeberangan massal.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com