ZONAUTARA.com – Pembangunan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kepulauan Sitaro resmi dimulai. Proyek senilai Rp30.552.808.000 itu ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) di Desa Balirangeng, Kecamatan Siau Timur Selatan, Rabu (5/8/2026).
Pembangunan kantor baru ini menjadi langkah penting dalam pemulihan layanan kepolisian di Kabupaten Kepulauan Sitaro setelah kantor lama di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang yang melanda daerah itu pada Januari 2026. Material longsor saat itu memenuhi sebagian besar ruangan kantor sehingga mengganggu aktivitas pelayanan dan operasional kepolisian.
Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Ronald Andry Mauboy, mengatakan pembangunan Mapolres baru merupakan bentuk komitmen negara untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih baik bagi masyarakat.
“Mapolres Kepulauan Sitaro dibangun di atas lahan seluas 2.500 meter persegi dengan total anggaran sebesar Rp30.552.808.000. Pekerjaan telah dimulai sejak 31 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 28 Desember 2026 atau selama 150 hari kerja,” kata Ronald saat membacakan sambutan Kapolda Sulawesi Utara.
Ia menegaskan proses pembangunan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Bangunlah mako ini dengan sebaik-baiknya agar menjadi aset negara yang mampu menunjang tugas kepolisian dalam jangka panjang. Kami berharap kehadiran kantor baru ini menjadi simbol kebangkitan pascabencana sekaligus wujud nyata komitmen negara dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Eddy Salindeho, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan Mapolres tersebut.
Menurut Edy, pemerintah berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target sehingga masyarakat segera memperoleh fasilitas pelayanan kepolisian yang lebih representatif.
“Semoga pembangunan ini berjalan dengan baik hingga selesai tepat waktu. Pemerintah daerah berharap kantor baru ini segera berdiri sehingga dapat semakin mengoptimalkan pelayanan Polri kepada masyarakat Kepulauan Sitaro,” kata Edy.
Meski demikian, ia berharap pelayanan kepolisian tetap berjalan maksimal selama proses pembangunan berlangsung.
“Di tengah proses pembangunan ini, kami juga berharap seluruh jajaran Polres Kepulauan Sitaro tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagaimana selama ini telah dilakukan,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Moghtar Kaudis, turut mengapresiasi dedikasi jajaran Polres yang tetap menjalankan tugas pelayanan meski bekerja dalam keterbatasan pascabencana.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung proses pembangunan Mapolres yang baru.
“Pembangunan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kepolisian, tetapi juga menjadi harapan seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama mendukung agar pembangunan berjalan lancar sehingga Polres Kepulauan Sitaro memiliki kantor yang layak untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Moghtar.
Ia menilai kehadiran Polres selama masa pemulihan pascabencana menunjukkan komitmen aparat kepolisian untuk tetap hadir di tengah masyarakat meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Prosesi peletakan batu pertama diawali dengan ibadah yang dipimpin Pendeta Fricilia Bintang Dame dan dilanjutkan peletakan batu pertama secara bergantian oleh unsur pemerintah daerah, kepolisian, DPRD, serta tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pejabat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro, jajaran Polres Kepulauan Sitaro, Bhayangkari, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak penyedia jasa pembangunan dari PT Bentara Prima.
Dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026, Mapolres baru diharapkan menjadi pusat pelayanan kepolisian yang lebih aman, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kepulauan Sitaro dalam jangka panjang.

