Negara perlu benar-benar hadir

Artikel ini tayang di Teras.id Klik tombol di bawah untuk membaca artikel lengkap. Artikel ini memerlukan akses VIP di Teras.id.
๐Ÿ‘‘ Baca Artikel Lengkap

Ringkasan

ZONAUTARA.com – Febrianto Tangahu, punya dua peran sekaligus ketika ia berbicara tentang tambang. Yang pertama adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dari Fraksi NasDem, terpilih dari Daerah Pemilihan 4 Kecamatan Lolayan, wilayah di mana Tanoyan Selatan berada dan sebagian besar lubang-lubang tambang rakyat yang menjadi fokus serial liputan ini. Yang kedua, sebagaimana ia akui di awal percakapan, adalah seorang yang berlatar belakang penambang. Dua peran itu, dalam konteks Lolayan, sulit dipisahkan.

Tim Zonautara.com menghubungi dia pada Jumat, 15 Mei 2026, untuk meminta komentarnya mengenai kebijakan yang sedang berjalan di tingkat nasional dan provinsi: rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Sulawesi Utara.

Pada awal 2026, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, mengusulkan sebanyak 232 titik WPR kepada pemerintah pusat. Setelah proses verifikasi dan evaluasi bersama Komisi XII DPR RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui 63 blok WPR komoditas emas untuk Sulut, dari total 313 blok yang ditetapkan secara nasional bersama Kalimantan Tengah (129 blok) dan Sumatera Barat (121 blok). Sulawesi Utara menjadi salah satu dari tiga provinsi pertama yang usulan WPR-nya disetujui dalam paket nasional ini.

Kabupaten Bolaang Mongondow sendiri mendapat bagian dua blok seluas 197,13 hektar. Salah satunya adalah blok di Tanoyan Bersatu, Kecamatan Lolaya, tepat di tanah konstituen Febrianto. Tetapi, sebagaimana akan terlihat dalam percakapan ini, jumlah blok dan luasan saja tidak cukup.

Persoalannya jauh lebih rumit, dan menyangkut sebuah pertanyaan yang mendasar: setelah negara akhirnya membuka pintu legalitas, apakah pintu itu sungguh-sungguh terbuka untuk para penambang tradisional yang selama empat dekade telah menggali tanah ini dengan tangan mereka sendiri? Atau pintu itu sebetulnya hanya merapikan jalan bagi pemodal besar yang sudah lama memegang lahan di kawasan tambang?




Berikut petikan percakapan kami, disusun ulang dari rekaman wawancara dan disunting untuk kejelasan, tanpa mengubah substansi jawaban.

Baca artikel lengkap Negara perlu benar-benar hadir di Teras.id

๐Ÿ‘‘ Baca di Teras.id โ†’

https://www.teras.id/zonautara-com/rubrik/perspektif/-negara-perlu-benar-benar-hadir--2137699

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com