ZONAUTARA.com — Rafista Aulia Mokodongan, bocah berusia enam tahun, menjadi salah satu korban dalam insiden mobil balap yang keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton pada ajang drag race–drag bike di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kotamobagu, Minggu (9/8/2026).
Rafista mengalami luka pada bagian kaki dan masih menjalani pemeriksaan medis. Ibunya, Resia Mokoginta (45), mengatakan keluarga sedang menunggu hasil rontgen untuk mengetahui kondisi kaki anaknya secara pasti.
“Untuk saat ini masih menunggu hasil rontgen agar diketahui kondisi kaki anak saya,” kata Resia.
Resia meminta panitia penyelenggara bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk menanggung biaya perawatan dan kerugian yang dialami anaknya.
“Saya juga menuntut ganti rugi kepada panitia,” ujarnya.

Korban mengaku berdiri di belakang pembatas
Korban lainnya, Tyo Mokodongan (21), warga Pontodon, mengatakan dirinya tidak berdiri di bahu jalan ketika kecelakaan terjadi. Menurut Tyo, ia berada di atas drainase dan di belakang pembatas yang disediakan di sekitar lintasan.
“Saat itu saya berdiri di atas drainase, tidak di bahu jalan, tepat di belakang pembatas. Namun, mobil tersebut bannya pecah hingga menabrak kerumunan kami yang sedang menonton,” tutur Tyo.
Keterangan Tyo mengenai dugaan pecah ban belum dikonfirmasi oleh kepolisian, panitia, ataupun hasil pemeriksaan teknis kendaraan. Penyebab pasti mobil kehilangan kendali masih memerlukan penyelidikan.
Insiden terjadi sekitar sekitar pukul 16.00 Wita ketika satu mobil peserta melaju di lintasan sirkuit nonpermanen Jalan A.P. Mokoginta. Kendaraan itu kemudian dilaporkan kehilangan kendali dan mengarah ke area penonton.
Saksi mata lainnya, Areng Mokoginta, sebelumnya mengatakan mobil mulai oleng sekitar 300 meter dari titik start sebelum menghantam kerumunan di sekitar pertigaan Lapangan Pontodon.
“Mobil oleng dan langsung menghantam kumpulan penonton. Korban sampai terbang ke got,” kata Areng.

Video rekam kepanikan di lokasi
Sebuah video yang beredar merekam sebagian suasana sebelum dan ketika insiden terjadi. Dalam rekaman tersebut, kendaraan balap terlihat melaju dari kejauhan sebelum menyimpang dari jalur dan menimbulkan kepulan debu.
Situasi di sisi lintasan kemudian berubah menjadi kepanikan. Namun, rekaman tersebut tidak memperlihatkan secara jelas titik benturan maupun jumlah orang yang terkena dampak.
Ratusan orang dilaporkan berada di sekitar lokasi setelah kejadian. Para korban telah dievakuasi untuk memperoleh penanganan medis.
Kasat Lantas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak mengatakan kepolisian tetap membantu penanganan insiden di lapangan.
Menurut dia, peristiwa tersebut tidak dominan ditangani sebagai kecelakaan lalu lintas murni karena terjadi di area perlombaan yang memiliki izin resmi dan panitia penyelenggara.
“Ini penanganan bukan dominan di laka lantas murni karena terjadi di area balap, izin resmi dan memiliki panitia, tapi tetap kami bantu di lapangan,” kata Luster.
Personel kepolisian tetap berada di lokasi untuk membantu penanganan situasi pascakejadian. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pihak yang memimpin penyelidikan, status pengemudi, pemeriksaan kendaraan, maupun kemungkinan pertanggungjawaban panitia.
Data korban belum dipastikan
Keterangan awal warga menyebut sedikitnya 16 orang terdampak dan enam di antaranya meninggal dunia. Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian, fasilitas kesehatan, maupun panitia penyelenggara.
Jumlah korban, identitas, serta kondisi masing-masing korban masih dalam proses pendataan. Informasi mengenai korban meninggal dunia juga belum dapat dipastikan sebelum ada keterangan dari pihak berwenang atau fasilitas kesehatan.

Penyelenggara belum beri penjelasan
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari panitia mengenai penyebab kecelakaan, kondisi kendaraan, perlindungan asuransi, maupun bentuk tanggung jawab terhadap para korban.
Panitia juga belum menjelaskan standar pembatas yang digunakan, jarak aman antara penonton dan lintasan, serta prosedur pengamanan ketika kendaraan kehilangan kendali.
Kesaksian Tyo yang mengaku telah berdiri di belakang pembatas memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan pengaman tersebut dalam melindungi penonton. Sementara itu, tuntutan Resia menambah desakan agar panitia segera memberikan kepastian mengenai biaya pengobatan, santunan, dan pendampingan bagi korban serta keluarga mereka.
Perkembangan kondisi Rafista, jumlah korban, dan penyelidikan penyebab kecelakaan masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.

