ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo, yang kini telah meluas dan menghanguskan sekitar 720 hektare lahan, mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPR RI. Wakil Ketua Komisi IV, Alex Indra Lukman, meminta perbaikan dalam standard operating procedure (SOP) penanganan karhutla di daerah tersebut.
Dalam pernyataannya, Alex menjelaskan bahwa kondisi kawasan Gunung Bromo yang didominasi oleh padang rumput menjadi penyebab api mudah menyebar. “Persoalan sekarang kendala yang dihadapi itu adalah, ya dengan teknologi yang kita punya seperti water bombing, itu susah memang karena asap yang tebal, sehingga faktor soal masalah keamanan penerbangan lah, ya,” kata Alex kepada wartawan, Senin (10/7/2026).
Alex juga menyebut bahwa modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena area tersebut tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. “Modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan di sana, karena tidak memenuhi syarat-syarat objektifnya,” ujarnya. Meskipun demikian, ia mengapresiasi upaya tim Manggala Agni dalam mencegah api meluas.
Lebih lanjut, Alex menyarankan penggunaan teknologi yang lebih canggih untuk menangani karhutla, termasuk pemanfaatan cairan atau gel khusus yang dapat disemprot dari udara. Selain itu, ia mendorong Kementerian Kehutanan meningkatkan pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan menjadikannya Badan Layanan Umum (BLU) agar dapat memaksimalkan penggunaan PNBP yang diterima.
Menanggapi situasi yang melintasi wilayah administrasi berbeda, Alex menekankan perlunya satu komando penanganan. “Dalam situasi seperti ini, harusnya ada komandannya gitu loh, yang bertanggung jawab penuh. Dalam hal ini sebenarnya BNPB. Karena sudah kejadian, kan?” ungkapnya. Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan karhutla dan menyatakan pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing akan dioptimalkan seiring membaiknya kondisi cuaca.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

