ZONAUTARA.com — Polda Sulawesi Utara menurunkan tim dari Direktorat Lalu Lintas untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di lokasi tragedi drag race di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Senin (10/8/2026) sore.
Olah TKP lanjutan itu dilakukan setelah jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut bertambah menjadi delapan orang. Sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sekitar pukul 17.00 Wita, tujuh personel dari Ditlantas Polda Sulut tiba di lokasi dan melakukan scanning menggunakan kamera 360 derajat. Tim tersebut dibantu dua personel dari Satlantas Polres Kotamobagu.
Olah TKP dipimpin Kompol Staley R. Rambing. Menurut Staley, tim baru tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemindaian untuk kepentingan penyelidikan.
“Kami baru saja tiba. Sekarang masih melakukan scanning. Nanti hasilnya akan kami koordinasikan dengan Satlantas Polres Kotamobagu untuk kepentingan penyelidikan,” kata Staley.
Metode scanning tersebut digunakan sebagai data pembanding dalam proses penyelidikan. Sebelumnya, Satlantas Polres Kotamobagu telah melakukan olah TKP secara manual pada Minggu (9/8/2026), tidak lama setelah peristiwa terjadi.
Turunnya tim dari Polda Sulut dilakukan karena kecelakaan tersebut dikategorikan sebagai kejadian luar biasa. Salah satu pertimbangannya, jumlah korban meninggal dunia telah lebih dari lima orang.
Dengan metode ilmiah melalui pemindaian kamera 360 derajat, penyidik diharapkan memperoleh gambaran lebih detail mengenai posisi lintasan, titik kendaraan keluar jalur, area penonton, serta kondisi sekitar lokasi saat kecelakaan terjadi.

Kapolda Sulut: Lima orang sudah diperiksa
Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie juga telah turun langsung ke Kotamobagu untuk meninjau TKP dan melihat penanganan insiden tersebut.
Usai meninjau lokasi, Roycke mengatakan kepolisian telah memeriksa lima orang terkait tragedi tersebut, termasuk pengemudi mobil yang keluar dari lintasan dan menghantam penonton.
“Kalau tidak salah, kemarin sudah lima orang. Ya, termasuk yang mengendarai mobil,” kata Roycke.
Roycke menegaskan, kepolisian masih melakukan proses penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum atau perbuatan melawan hukum dalam peristiwa tersebut.
“Kalau ada pelanggaran hukum atau perbuatan melawan hukum, tentunya kita akan melakukan proses penyelidikan,” ujarnya.
Menurut Roycke, semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan berpotensi diperiksa. Polisi akan menelusuri alur penyelenggaraan, termasuk peran panitia dan pihak-pihak yang terlibat.
“Tentunya semua pihak kita akan periksa. Ini kan kita akan lihat alurnya, dari panitia penyelenggara, siapa potensi yang ada di sini,” katanya.
Terkait pengemudi, Roycke menyebut potensi penetapan tersangka cukup besar apabila unsur kelalaian terbukti.
“Tapi kalau yang pengemudi, itu sudah jelas. Walaupun kelalaiannya, itu sudah jelas. Tersangka potensinya besar,” kata Roycke.
Roycke juga menyampaikan bahwa perkara tersebut sementara ditangani Polres Kotamobagu. Namun, ia membuka kemungkinan kasus itu ditarik ke Polda Sulut agar proses penanganannya lebih terbuka dan akuntabel.
“Ini sementara saya melihat Polres. Tapi saya akan menarik kasus ini supaya kita akan lebih terbuka, akuntabilitas penegakan hukum akan kita laksanakan,” ujarnya.

Wali Kota sampaikan duka
Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib sebelumnya juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban saat melayat ke rumah duka salah satu korban.
Weny mengatakan tragedi tersebut menjadi kejadian luar biasa yang mengguncang pemerintah dan masyarakat Kotamobagu.
“Kejadian ini tentu mengguncang kami semua, mengguncang masyarakat Kota Kotamobagu,” kata Weny.
Ia menyebut pemerintah akan berupaya melakukan langkah terbaik bagi para korban dan keluarga yang terdampak.
“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk seluruh keluarga korban,” ujarnya.
Weny juga berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran yang paling penting untuk kita semua,” katanya.

Delapan orang meninggal dunia
Tragedi drag race di Upai terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Sebuah mobil peserta keluar dari lintasan dan menghantam kerumunan penonton di sekitar area perlombaan.
Data terbaru menyebut delapan orang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Sementara sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan.
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie menyebut, selain delapan korban meninggal dunia, delapan korban lainnya masih menjalani pengobatan secara intensif dan satu korban mengalami luka ringan.
Penyebab pasti kendaraan keluar dari lintasan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Selain faktor pengemudi dan kondisi kendaraan, penyelidikan juga diharapkan menelusuri aspek pengamanan kegiatan, posisi penonton, pembatas lintasan, serta tanggung jawab panitia penyelenggara.

