ZONAUTARA.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tidak semestinya berhenti pada apel dan seremoni. Di balik peringatan tersebut, ada harapan anak-anak yang ingin melihat daerah tempat mereka tumbuh menjadi lebih maju dan semakin memberi ruang bagi mereka.
Bagi mereka, perhatian terhadap anak bukan hanya soal perayaan Hari Anak Nasional. Pendidikan yang lebih baik, lingkungan yang aman, serta perhatian dan perlindungan dari pemerintah menjadi bagian penting agar anak-anak Sitaro dapat tumbuh dan mengejar cita-cita mereka.
Cleon Justin Kaaro asal Desa Lai, Kecamatan Siau Tengah berharap Kabupaten Sitaro terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju sekaligus menjadi tempat yang benar-benar mencintai dan memperhatikan anak-anak. “Seperti itu harapan saya,” kata Cleon.
Harapan serupa juga datang dari Mackenzo Neghe dan Shellin Sunio dari Kecamatan Siau Barat Utara. Keduanya melihat pendidikan sebagai salah satu hal penting yang perlu terus diperkuat, sehingga anak-anak di wilayah kepulauan seperti Sitaro tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Selain pendidikan, perlindungan terhadap anak juga menjadi perhatian. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman untuk belajar, bermain dan berkembang, sekaligus perhatian dari orang dewasa dan pemerintah ketika menghadapi berbagai persoalan. “Supaya aman di sekolah dan tempat bermain,” ungkap keduanya.
Suara mereka menjadi penting karena pembangunan daerah pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah daerah mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan masa depannya.
HAN Ke-42 di Sitaro
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro memperingati Hari Anak Nasional ke-42 melalui apel yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sitaro, Senin (10/8/2026).
Apel tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sitaro, Novia Tamaka, yang mewakili Plt. Bupati Kepulauan Sitaro.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sitaro itu mengangkat tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”
“Tema ini menekankan pentingnya pemenuhan hak anak serta perlindungan terhadap anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal” kata Tamaka
Peringatan HAN juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa anak-anak Sitaro bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Mereka adalah bagian dari masa depan daerah yang perlu didengar, dilindungi dan diberi kesempatan untuk berkembang.
Kini, tantangannya adalah memastikan harapan tersebut tidak berhenti sebagai pesan dalam peringatan Hari Anak Nasional, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan dan lingkungan yang benar-benar ramah bagi anak-anak Sitaro.

