ZONAUTARA.com – Masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, dihadapkan pada tantangan pengelolaan sampah rumah tangga akibat kebijakan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menutup TPA Piyungan. TPS 3R GO-SARI menjadi solusi, mengelola 3-3,5 ton sampah setiap hari untuk diolah menjadi kompos, pakan ternak, dan berbagai produk daur ulang.
Program ini berdampak pada 1.500 rumah tangga dan membuka lapangan kerja bagi 27 warga setempat dengan pendapatan mencapai sekitar Rp98 juta per bulan. Dukungan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2022 menguatkan pengelolaan sampah yang dapat berkembang menjadi aktivitas produktif mandiri dalam masyarakat.
Taufik Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, menyatakan, “Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka.”
Program ini ditunjang oleh pemanfaatan energi bersih PLTS berkapasitas 6,6 kWp dan baterai 10 kWh, yang mengurangi biaya listrik operasional hingga 60 persen. Hendry, pengelola TPS 3R GO-SARI, menjelaskan bahwa pemanfaatan PLTS menghemat biaya listrik dari Rp3,5 juta-Rp4 juta per bulan menjadi sekitar Rp1,5 juta-Rp2 juta.
Pengelolaan sampah juga melibatkan kelompok lansia dan warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul. Layanan diperkuat melalui aplikasi Gosari Lestari untuk pembayaran, tabungan, dan pemasaran produk. Pertamina mendukung dengan PLTS, BPJS Ketenagakerjaan, dan penyaluran 771 paket sembako bagi masyarakat prasejahtera.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

