ZONAUTARA.com – Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan persiapan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai instrumen untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis jangka panjang yang belum dapat didanai oleh investasi komersial. Pengumuman ini disampaikan dalam Pidato Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2025).
Menurut Prabowo, DDMF dirancang untuk mengurangi ketergantungan proyek strategis nasional terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “DDMF adalah instrumen yang menyiapkan mengembangkan dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tapi belum dapat kita biayai dengan investasi komersial jangka pendek dan juga kita hindari harus dibiayai oleh APBN,” ungkap Prabowo.
Sejumlah proyek, termasuk pengembangan mobil nasional dan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa, berpotensi dibiayai oleh DDMF. Prabowo menargetkan produksi massal mobil nasional dapat dimulai pada akhir 2028. Sementara itu, pembangunan Giant Sea Wall penting untuk melindungi kawasan Pantura dari ancaman kenaikan permukaan air laut.
“Kita rencanakan mobil nasional kita, kita produksi secara massal di akhir tahun 2028,” ujar Prabowo, menambahkan bahwa pembangunan Giant Sea Wall akan berlangsung sekitar 15 hingga 20 tahun dan terbagi menjadi 15 segmen dari Banten hingga Gresik. Pengembangan ini diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat jika dilakukan serentak di semua segmen.
Proyek Giant Sea Wall juga bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan rekayasa teknis anak bangsa sekaligus menjaga kepentingan puluhan juta masyarakat di kawasan Pantura yang merupakan pusat industri nasional. “Apa pun kita harus berani mulai. Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura,” tambah Prabowo.
Diolah dari laporan Tirto.id.

