ZONAUTARA.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus menunjukkan peran signifikan dalam mendukung perekonomian Indonesia melalui berbagai bentuk setoran kepada pemerintah pusat dan daerah. Pada tahun 2025, kontribusi perusahaan mencapai lebih dari US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 75 triliun dalam bentuk pajak, dividen, royalti, dan pungutan lainnya. Menurut Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, tantangan yang dihadapi perusahaan di tahun 2026 tidak menghalangi komitmen mereka untuk terus beroperasi dan mendukung ekonomi nasional.
Di tengah upaya pemulihan dari insiden longsoran lumpur di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada tahun 2025, PTFI tetap fokus melanjutkan operasi dan meningkatkan kontribusinya. Pada tahun 2026, kontribusi perusahaan diperkirakan mencapai sekitar Rp 47 triliun, dengan proyeksi peningkatan hingga Rp 120 triliun mulai tahun 2028 saat kapasitas operasi mencapai 100%.
Selain itu, PTFI memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Fokus utama mencakup program kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal. Sebagai contoh, investasi tahunan sebesar US$ 100 juta dilakukan untuk keperluan daerah, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mimika yang mencapai 77,25, lebih tinggi dari IPM nasional.
Tony Wenas menegaskan pentingnya program-program lokal yang dirancang berdasarkan konsultasi dengan masyarakat setempat, seperti Sekolah Asrama Taruna Papua yang memberikan makanan bergizi gratis lima kali sehari. Koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah bertujuan mencegah tumpang tindih program untuk manfaat terbaik masyarakat lokal.
PTFI juga berkomitmen pada pemulihan dan peningkatan sistem keselamatan pasca insiden material basah tahun 2025. Proyek infrastruktur terkait sistem keamanan, termasuk pembangunan terowongan dan sistem pompa, direncanakan selesai bertahap hingga akhir 2027.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

