ZONAUTARA.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah mendapatkan penghargaan Anugerah Utama atas inisiatif penerbitan Social Bond 2025 yang bertujuan mendorong keuangan inklusif berkelanjutan. Penghargaan ini mengakui komitmen BRI dalam memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan melalui penerbitan Social Bond, yang menjadi instrumen pendanaan untuk mendukung pembiayaan inklusif dan berkelanjutan.
Penerbitan Social Bond oleh BRI merupakan cerminan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terwujud melalui inovasi pendanaan berkelanjutan. Dana yang dihimpun dari pasar modal ini dialokasikan secara khusus untuk mendanai berbagai proyek sosial sesuai dengan kriteria yang diatur dalam kerangka kerja Social Finance Framework BRI.
Kerangka ini merujuk pada Social Bond Principles dari ICMA dan beberapa regulasi terkait di Indonesia, termasuk POJK Nomor 51/POJK.03/2017 dan POJK Nomor 18 Tahun 2023. Kerangka kerja tersebut memastikan dana obligasi digunakan untuk pembiayaan yang bermanfaat bagi masyarakat prasejahtera, kelompok dengan akses terbatas terhadap layanan esensial, perempuan, dan kelompok rentan lainnya.
Social Bond BRI telah menerima peringkat idAAA (Triple A) dari PEFINDO dan mencatat permintaan investor sebesar 1,31 kali dari target penerbitan. Pada 2026, BRI merilis Social Bond senilai Rp5 triliun. Berdasarkan laporan dampak Social Bond 2025, pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro telah memberikan akses pinjaman kepada 44.694 nasabah pertama kali dan peningkatan akses usaha bagi 23.422 nasabah lainnya.
“Melalui Social Bond, BRI memperluas akses layanan keuangan, memperkuat usaha masyarakat, dan mendukung penciptaan lapangan kerja. Penghargaan ini semakin menguatkan komitmen kami untuk memastikan setiap instrumen pendanaan berkelanjutan dapat menghasilkan manfaat yang nyata, terukur, dan tepat sasaran,” ungkap Direktur Legal and Compliance BRI, Mahdi Yusuf, Minggu (23/8/2026).
Tahun ini, ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 mengapresiasi 30 perusahaan dari 11 sektor usaha yang konsisten dalam menerapkan prinsip ESG. Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek yakni strategi dan kebijakan, komitmen kepemimpinan, performa ESG, partisipasi pemangku kepentingan, serta pelaporan ESG.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

