ZONAUTARA.com – Lalat buah sering muncul di sekitar meja dapur atau keranjang buah, menciptakan ketidaknyamanan di rumah. Salah satu mitos untuk mengatasi ini adalah dengan mencuci pisang sesaat setelah dibeli. Namun, apakah metode ini benar-benar efektif secara ilmiah?
Para ahli kebersihan dan keamanan pangan membenarkan bahwa mencuci pisang yang baru dibeli dapat membantu mengurangi hingga mencegah kemunculan lalat buah di area dapur. Lalat buah betina, Drosophila melanogaster, sangat tertarik pada aroma buah yang matang dan manis. Sebelum buah sampai di meja dapur, lalat buah sering bertelur di permukaan kulit pisang saat buah masih di perkebunan, penyimpanan, atau rak toko grosir. Telur lalat buah yang sangat kecil ini tidak kasat mata.
Proses mencuci pisang yang baru tiba di rumah bekerja dengan membilas dan membuang telur serta larva lalat buah yang menempel di bagian luar kulit sebelum mereka sempat menetas. Jika pisang dibiarkan di udara terbuka tanpa dicuci, telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva dan berkembang menjadi lalat buah dewasa dalam hitungan hari.
Selain membilas telur serangga, mencuci permukaan pisang juga membersihkan sisa getah atau gula alami pada kulitnya. Cairan manis ini menarik lalat buah dari luar ruangan menuju area penyimpanan makanan di dapur. Para pakar menegaskan bahwa yang perlu dibersihkan hanyalah bagian kulit luar pisang, karena kulit pisang tebal dan tidak dimakan, sehingga proses ini tidak memengaruhi rasa atau kualitas daging buah.
Untuk hasil maksimal tanpa merusak kualitas buah, ahli menyarankan mencuci dan mengeringkan pisang segera setelah dibeli. Dengan ini, sumber calon lalat buah dapat dieliminasi sejak awal, sehingga dapur tetap bersih dan bebas dari gangguan serangga.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

