Pembunuh PC Harper Tetap Dipenjara setelah Perubahan Skema Pembebasan Dini

PM Andy Burnham pastikan pembunuh PC Harper tetap dipenjara sesuai perubahan skema pembebasan dini.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Perdana Menteri Andy Burnham mengumumkan bahwa para pembunuh PC Andrew Harper akan tetap berada di penjara, sehubungan dengan perubahan skema pembebasan dini yang dirancang untuk mengurangi kepadatan penjara. Pernyataan ini ia sampaikan dalam wawancara eksklusif dengan BBC Breakfast, menjelaskan bahwa siapa pun yang dihukum karena pembunuhan melanggar hukum, termasuk semua bentuk pembunuhan tanpa niat, akan dikecualikan dari skema ini. Perubahan tersebut menghalangi dua pembunuh Harper untuk mendapatkan pembebasan dini.

Burnham menambahkan bahwa ruang penjara tambahan akan diciptakan dengan mendeportasi narapidana luar negeri dan membebaskan beberapa napi yang menjalani hukuman tanpa batas waktu. Keputusan ini mengikuti kampanye dari keluarga dan mantan rekan kerja PC Harper yang berusaha agar para pembunuhnya tidak dibebaskan lebih awal. PC Harper, 28 tahun, tewas ketika merespons kasus perampokan di Berkshire pada 2019, terseret kendaraan saat tiga remaja melarikan diri setelah pencurian sepeda quad.

Ketika terungkap bahwa dua pembunuh Harper, Jessie Cole dan Albert Bowers, bisa dibebaskan lebih awal, banyak pihak meminta pemerintah untuk campur tangan dan mencegah pembebasan dini bagi mereka yang dihukum karena pembunuhan tanpa niat. “Saya mendengar apa yang dikatakan keluarga Andrew Harper, tentu saja. Siapa yang ingin situasi di mana mereka yang dinyatakan bersalah membunuh petugas polisi dilepas lebih awal?” ujar Burnham kepada BBC. Dia mengakui bahwa pengumuman ini akan membuat “ratusan” orang tetap di penjara, berarti ruang tambahan perlu ditemukan dalam sistem yang sudah lebih dari 97% penuh di Inggris dan Wales.

Debbie Adlam, ibu Harper, menyambut baik keputusan perdana menteri tersebut. “Saya senang dan sangat bersyukur bahwa ini merupakan hasil bagi kami, tetapi saya sangat khawatir untuk mereka yang tidak mendapatkan keputusan ini,” katanya. Sementara itu, Kepolisian Thames Valley, tempat Harper bertugas, mengatakan pengumuman ini akan “disambut banyak pihak di kepolisian dan masyarakat”. Kepala Polisi Jason Hogg berharap hal ini dapat memberikan kepastian bagi keluarga Harper dan keluarga korban lainnya bahwa pelanggaran paling serius akan diperlakukan dengan ketegasan yang layak.

Perdana menteri juga menyatakan bahwa menemukan ruang tambahan akan dicapai sebagian dengan mengakhiri hukuman IPP (Imprisonment for Public Protection). IPP tersedia dari 2005 hingga 2012, dan diberikan kepada pelanggar yang berisiko menyebabkan bahaya serius kepada publik. Menurut data Kementerian Kehakiman, terdapat 2.271 orang menjalani hukuman IPP per Juni, dengan 856 di antaranya belum pernah dibebaskan karena dianggap tidak aman untuk dilakukan. Burnham menambahkan bahwa pemerintah akan mengajukan undang-undang untuk mengakhiri hukuman ini sebelum “akhir Parlemen ini”.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com