ZONAUTARA.com — Anggaran belanja Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mengalami penambahan Rp40,4 miliar di APBD Perubahan. Sejumlah rencana pembiayaan belanja itu sementara dibahas oleh TAPD dan Badan Anggaran di DPRD.
Menariknya, dalam pembahasan tertutup tersebut, besaran anggaran yang sebelumnya telah diproyeksi berpotensi alami perubahan.
Hal tersebut dibeberkan anggota Badan Anggaran, Nabsar Badoa saat memberikan keterangan di Kantor DPRD Bitung, Rabu (02/09/2026) malam.
“Iya kemungkinan besar penambahan. Sebelumnya diproyeksikan sebasar Rp40,4 miliar, tapi potensi ada ketambahan dari anggaran APBD induk yang tidak habis terpakai sekitar Rp6 miliar,” ucap Nabsar.
Nabsar mengatakan, tidak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapat tambahan atau alokasi anggaran di APBD Perubahan.

Ia merinci, paling besar alokasi belanja perubahan ini ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sebesar Rp13,5 miliar.
“Teman-teman di Banggar akan mengupayakan ini dibahas secara tuntas besok karena anggaran perubahan sejatinya diprioritaskan untuk kegiatan yang bersifat darurat, mendesak, atau menutupi kekurangan anggaran belanja wajib,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkot Bitung yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rudy Theno belum bisa memberikan keterangan lebih rinci Ikhwal proyeksi APBD Perubahan.
“Kan sementara pembahasan. Tadi masih di tahap KUA-PPAS, nantinya di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) perubahan kita akan berbicara lebih rinci,” tegasnya.
Ditanya terkait ada dua fraksi yang melakukan aksi walk out dari agenda pembahasan, Rudy mengaku itu urusan internal Banggar.
“Sejauh ini pembahasan tetap berjalan lancar dan tidak berpengaruh pada agenda pembahasan,” tukasnya.

