Antrean warga di SPBU Kotobangon mengular, sopir bentor keluhkan pendapatan

Warga harus mengantre berjam-jam.

Yusril Umbola
Penulis: Yusril Umbola
Editor: Ronny Adolof Buol

ZONAUTARA.com – Kelangkaan BBM di Kota Kotamobagu mulai berdampak langsung pada penghasilan sopir bentor, seperti yang terpantau pada Kamis (3/9/2926).

Antrean panjang kendaraan terlihat di SPBU Pertamina Kotobangon, hingga membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM jenis pertalite.

Antrean warga di SPBU Kotobangon mengular, sopir bentor keluhkan pendapatan
Herry Sumual, supir bentor yang rela mengantre berjam-jam (Foto: Zonautara.com/Yusril Mahendra)

‎‎Herry Sumual (49), warga Sinindian yang berprofesi sebagai sopir bentor, mengaku harus rela mengantre panjang untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Ia memilih bertahan dalam antrean karena harga BBM eceran di depot jauh lebih mahal, yakni mencapai Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per liter.




‎‎“Sudah dua jam saya mengantre di sini,” ujar Herry.

‎‎Menurut Herry, kondisi kali ini berbeda dibandingkan kelangkaan BBM yang biasanya terjadi. Antrean yang terbentuk dinilai jauh lebih panjang dan terjadi selama beberapa hari terakhir.

‎“Sudah beberapa hari ini antrean selalu panjang,” katanya.

‎‎Kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatannya sebagai sopir bentor. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mencari penumpang harus terbuang berjam-jam di antrean SPBU.

‎‎Herry berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan kelangkaan dan antrean BBM tersebut.

Menurutnya, kondisi ini bukan hanya menyulitkan warga mendapatkan BBM, tetapi juga berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat kecil.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com