Pesan Gubernur Yulius Selvanus untuk Wisudawan: Ilmu adalah buah dari doa dan keringat orang tTua

Saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda IAI Kotamobagu dan STIMIK Multicom Kotamobagu.

Febri Kodongan
Penulis: Febri Kodongan
Editor: Redaktur
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat membawakan kuliah umum dan arahan pada Wisuda Bersama IAIK & STIMIK Multicom di Kotamobagu, Jumat (4/9/2026). Ia berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan nilai akademis, tetapi juga memegang teguh integritas, etika, dan kepedulian sosial dalam membangun daerah.(Foto: Kominfo Sulut/Rico)

ZONAUTARA.com — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK) dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Multicom Kotamobagu yang digelar di Ballroom Hotel Sutan Raja, Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Yulius memaparkan berbagai kemajuan pembangunan yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Usai memberikan materi kuliah umum, ia menyampaikan sejumlah pesan khusus dan motivasi bagi para lulusan.

Ia menekankan pentingnya bagi para sarjana baru untuk langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Aplikasikan ilmu, hadirkan pengetahuan dan keterampilan sebagai solusi nyata bagi persoalan masyarakat,” ujar Yulius.

Lebih lanjut, Yulius mendorong para lulusan agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja yang ada, melainkan berani berinovasi dan membuka peluang usaha secara mandiri.




“Berani menciptakan peluang, membangun usaha, berinovasi, dan terus meningkatkan kompetensi,” tegasnya.

Selain orientasi karier, Gubernur mengingatkan para sarjana untuk senantiasa mengingat jasa keluarga dan terus mengasah diri seiring perkembangan zaman. Menurutnya, proses belajar tidak berhenti setelah mengantongi gelar akademik.

“Ingat, wisuda bukan akhir. Dunia berubah cepat. Untuk itu, teruslah belajar, beradaptasi, membangun mental tangguh, dan jangan takut gagal,” kata Yulius.

Ia juga menepis pandangan bahwa pendidikan tinggi hanya berbekal nilai akademis. Bagi Yulius, integritas, etika, disiplin, serta kepedulian sosial merupakan fondasi utama yang wajib mendampingi ilmu pengetahuan.

Menutup arahannya, Yulius mengajak generasi muda BMR untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan daerah.

“Jadilah generasi yang bekerja, berkarya, berintegritas, berani menciptakan peluang, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Mari bersama membangun daerah menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Bupati dan Wali Kota se-BMR, para rektor dan civitas akademika, pejabat di lingkup Pemprov Sulut dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-BMR, Tim Ahli Gubernur, pengurus Forum Komunikasi Perguruan Tinggi (FKPT) BMR, panitia pelaksana, insan pers, serta para wisudawan beserta keluarga.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com