ZONAUTARA.com – Aksi protes anak muda di India semakin marak dengan keikutsertaan Generasi Alpha yang menuntut perbaikan fasilitas dan kualitas pendidikan. Pada 22 Agustus 2026, sebanyak 122 siswa sekolah dasar negeri di Desa Samuhi Bhatpurwa, Uttar Pradesh, menolak masuk kelas, menuntut pemerintah untuk segera membangun gedung sekolah baru yang telah dijanjikan sebelumnya.
Kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan, dengan beberapa bagian bangunan yang mengalami keruntuhan. “Kami takut gedung sekolah ini suatu saat akan runtuh. Kondisinya sangat buruk,” ujar Priya, salah satu siswa, kepada Al Jazeera. Protes ini baru mereda setelah Pejabat Pendidikan Wilayah, Deepak Awasthi, menjanjikan pembangunan gedung baru.
Fenomena ini bukanlah kasus tunggal. Sejak akhir Juli, siswa di sedikitnya 10 negara bagian lain, termasuk Maharashtra, Bihar, Rajasthan, Jharkhand, dan Madhya Pradesh, juga melakukan aksi serupa. Mereka memprotes buruknya fasilitas sekolah, kekurangan guru, dan kualitas makanan.
Aksi ini muncul setelah gelombang protes dari Generasi Z yang sudah dimulai sejak awal Juni. Ribuan anak muda turun ke Jantar Mantar, New Delhi, menuntut pertanggungjawaban pemerintah mengenai kebocoran ujian dan pengangguran. Kelompok Cockroach Janata Party (CJP) yang memimpin gerakan tersebut, kemudian mengalihkan fokus ke kondisi sekolah melalui gerakan “School Thik Karo” atau “Perbaiki Sekolah”.
Masalah pendidikan di India memang sudah lama ada. Meski audit pemerintah 2025-2026 menunjukkan akses pendidikan membaik, rasio guru-murid meningkat menjadi satu guru untuk 24 siswa dan angka putus sekolah menurun, kondisi di lapangan masih belum merata. Aktivis pendidikan Nagasimha Rao menyatakan masih banyak sekolah dengan fasilitas minim di seluruh India.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

