ZONAUTARA.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam di Selat Sunda terus berlanjut dan telah menimbulkan dampak yang signifikan hingga Minggu (6/9/2026). Dengan kondisi ini, penting untuk memahami bahaya erupsi gunung api dan langkah-langkah mitigasi, termasuk menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB).
Indonesia merupakan bagian dari zona sabuk sirkum-pasifik, yang juga dikenal sebagai Cincin Api (Ring of Fire), tempat 75 persen gunung berapi di dunia berada. Rentetan gunung berapi ini membentang sepanjang 40.000 km di tepian Samudra Pasifik, melewati berbagai kepulauan termasuk Indonesia.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bahaya erupsi gunung api dibagi menjadi bahaya primer dan sekunder. Bahaya primer meliputi aliran lava, awan panas, gas beracun, lahar letusan, lontaran material, dan hujan abu vulkanik. Setiap jenis bahaya memiliki karakteristik dan dampaknya masing-masing terhadap lingkungan dan masyarakat.
Untuk mitigasi, masyarakat harus mengikuti arahan otoritas terkait dan memantau aktivitas gunung api melalui aplikasi resmi seperti Magma Indonesia. Penting juga memahami jalur evakuasi dan mempersiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi kebutuhan darurat.
Masyarakat disarankan menyiapkan masker, kacamata pelindung, serta logistik pendukung seperti makanan siap saji, lampu senter, baterai cadangan, dan uang tunai. Kesiapan ini esensial untuk mengurangi risiko dan dampak yang mungkin timbul akibat erupsi gunung berapi.
Diolah dari laporan Tirto.id.

