ZONAUTARA.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak seluruh pihak dan otoritas terkait mengerahkan segala sumber daya serta memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida menegaskan, jurnalis kerap bekerja di tengah situasi penuh risiko untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat dan tepat waktu, termasuk dalam kondisi bencana.
“Karena itu, keselamatan mereka harus menjadi perhatian dan prioritas utama,” ujar Nany dalam pernyataan sikap resmi yang dirilis di Jakarta, Kamis (10/9/2025).
AJI terus mengikuti perkembangan upaya pencarian tersebut dan berharap kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat serta dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan orang-orang terdekat.
“Kami berdiri bersama M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal, serta keluarga, sahabat, dan rekan-rekan mereka. Di tengah situasi yang penuh kecemasan ini, harapan kami mereka segera ditemukan dan pulang dengan selamat,” kata Nany Afrida.
Berdasarkan informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten (Basarnas), rombongan yang menggunakan speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, pada pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir di sekitar perairan Sangiang, Banten. Hingga Kamis pagi, 10 September 2026, rombongan tersebut belum ditemukan dan speedboat yang mereka gunakan juga belum kembali ke dermaga.
Lima jurnalis yang hilang kontak adalah Muhammad Bagus Khoirunnas, fotografer Antara Biro Banten; Ari Basuki, fotografer Merdeka.com; Yudistiro Pranoto (Yudhis), fotografer iNews.id; Firdaus Wadjidi, videographer Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis freelance.
Basarnas menyatakan masih terdapat beberapa orang lain yang berada dalam rombongan dan identitasnya masih dalam proses pendataan, termasuk kapten kapal, anak buah kapal, dan pemandu.
Operasi pencarian yang digelar Basarnas Banten bersama unsur terkait, termasuk Polairud, TNI AL, dan pemilik kapal, terus berlanjut hingga Kamis pagi ini. Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran ke sisi utara Gunung Anak Krakatau setelah sektor selatan hingga radius sekitar 20 nautical mile dinilai telah tersisir penuh.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyatakan strategi pencarian menyesuaikan perhitungan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.
“Untuk hari ini mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau,” katanya.
Pencarian yang telah memasuki hari ketiga ini melibatkan sejumlah kapal, termasuk KN SAR Tetuka, serta drone termal, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di tengah aktivitas vulkanik gunung yang masih berlangsung.
AJI menekankan pentingnya upaya maksimal agar seluruh anggota rombongan segera ditemukan dan dibawa pulang dalam kondisi selamat.

