ZONAUTARA.com – Di tengah perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan, antara lain mobil hybrid dan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV). Keduanya menawarkan karakteristik unik, khususnya dalam hal konsumsi energi, jarak tempuh, pengisian daya, dan kebiasaan penggunaan sehari-hari.
Mobil hybrid bekerja dengan memadukan mesin pembakaran internal dan motor listrik, memungkinkan penggunaan mesin bensin atau keduanya sesuai kebutuhan. Sebaliknya, BEV hanya mengandalkan baterai untuk menggerakkan motor tanpa menggunakan mesin pembakaran internal, sehingga perlu pengisian daya secara berkala.
Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah fleksibilitasnya dalam perjalanan jauh. Jika baterai habis, pengemudi dapat menggunakan mesin bensin dan mengisi bahan bakar di SPBU, menjadikannya cocok untuk daerah dengan fasilitas pengisian kendaraan listrik yang terbatas. Jaringan SPBU yang telah luas juga menjadi nilai tambah.
Di sisi lain, mobil listrik menjadi pilihan praktis bagi mereka yang beraktivitas di perkotaan dengan akses pengisian daya di rumah. Infrastruktur pengisian kendaraan listrik terus meningkat, dengan PLN menyediakan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 lokasi per Maret 2026.
Waktu pengisian juga menjadi pertimbangan. Mobil hybrid lebih cepat diisi ulang dibanding mobil listrik yang waktunya bergantung pada kapasitas baterai dan daya charger. Namun, pengguna BEV bisa mengisi daya saat kendaraan tidak digunakan, seperti malam hari di rumah.
Dari segi biaya operasional, mobil listrik umumnya lebih hemat energi. Sementara itu, meskipun mobil hybrid tetap membutuhkan bahan bakar, penggunaan motor listriknya dapat meningkatkan efisiensi, terutama di lalu lintas perkotaan. Pembandingan biaya operasional sebaiknya mencakup harga kendaraan, biaya energi, perawatan, pajak, dan asuransi.
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa pasar mobil elektrifikasi, meliputi hybrid, plug-in hybrid, dan BEV, terus tumbuh, dengan penjualan 175.144 unit sepanjang tahun 2025.
Diolah dari laporan Antara – Ekonomi.

