ZONAUTARA.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa 40 warga sipil menjadi korban dalam konflik di Yaman sejak 1 September. Dari jumlah tersebut, delapan orang dilaporkan tewas dan 32 lainnya mengalami luka-luka, menurut Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, pada Senin (14/9).
Farhan Haq menekankan bahwa sekitar separuh dari korban tewas dan lebih dari separuh dari korban luka adalah perempuan dan anak-anak. “Kami menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil, menghormati hukum humaniter internasional, serta memfasilitasi akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang sangat membutuhkan,” ujarnya dalam taklimat pers.
Menurut laporan, sejak pertengahan Juli, konflik antara gerakan Ansar Allah, yang juga dikenal sebagai Houthi, dan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berlanjut di berbagai wilayah negara tersebut. Intensitas pertempuran meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Pada Sabtu (12/9), pejabat senior Houthi, Khuzam al-Assad, menyatakan kepada RIA Novosti bahwa kelompoknya telah menguasai seluruh kota di dekat Selat Bab al-Mandab di Laut Merah, wilayah pesisir barat Yaman.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

