ZONAUTARA.com – Milisi Houthi di Yaman telah merebut kota pelabuhan Mokha, menciptakan kekhawatiran akan kembalinya perang saudara di negara tersebut. Ketegangan ini melibatkan bentrokan antara kelompok pemberontak dengan pemerintah Yaman. Situasi ini semakin memanas di tengah perseteruan berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Iran, serta kekerasan yang melibatkan Houthi dan Arab Saudi.
Mokha, yang terletak di dekat Laut Merah dan hanya sekitar 80 kilometer dari Selat Bab el-Mandeb, adalah jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Lokasinya yang strategis membuat gangguan di wilayah ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi harga minyak dunia akibat penutupan sementara Selat Hormuz.
Seperti dilaporkan oleh Reuters, meski ketegangan meningkat, juru bicara Houthi, Abdulsalam, menyatakan bahwa “kebebasan navigasi dan perdagangan internasional di Laut Merah serta selat tersebut tetap aman”. Abdulsalam menegaskan bahwa operasi Houthi menargetkan sasaran tertentu, meskipun tidak menjelaskan secara rinci.
Dalam beberapa bulan terakhir, pertempuran antara Houthi dan pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, makin intensif. Kondisi ini terjadi setelah sekitar empat tahun dalam keadaan relatif tenang, dan kini Houthi berusaha memperkuat kendali mereka atas wilayah pesisir Yaman.
Sebelumnya, Houthi telah melakukan serangan terhadap kapal internasional di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza. Foto-foto kerusakan, termasuk tampak sebuah mobil dibakar di tengah gurun, menunjukkan dampak dari kekerasan yang berlangsung.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

