Mahasiswa UGM Teliti Biji Pepaya untuk Atasi Cacing Hati Sapi

Mahasiswa UGM teliti biji pepaya dan carica untuk atasi cacing hati sapi, membuka alternatif pengendalian parasit.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Infeksi cacing hati atau fasciolosis terus menimbulkan ancaman serius bagi sektor peternakan sapi di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh parasit Fasciola sp. ini tidak hanya menurunkan produktivitas ternak, namun juga menyebabkan kerugian ekonomi karena organ hati sapi sering kali harus dibuang saat pemeriksaan pascapemotongan.

Parasit tersebut bersifat zoonotik, yang artinya dapat menular ke manusia melalui konsumsi pangan atau paparan lingkungan yang terkontaminasi metaserkaria. Sebagai langkah inovatif untuk menghadapi masalah ini, sekelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026, memanfaatkan limbah biji buah-buahan untuk mengembangkan agen pembasmi telur fasciola alami.

Di bawah bimbingan Dr. drh. Vika Ichsania Ninditya dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, tim yang menamakan diri mereka FASCIORICA ini mengkaji potensi ekstrak biji pepaya dan carica. Ketua Tim, Nabila Hanifa Putri, menjelaskan bahwa pemilihan biji pepaya dan carica didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah sebagai sisa pengolahan buah namun belum dimanfaatkan secara maksimal. “Kami ingin melihat apakah bahan yang selama ini dianggap sebagai sisa pengolahan buah dapat memiliki nilai tambah dalam pengendalian parasit,” ujar Nabila di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).

Penelitian ini didorong oleh tingginya prevalensi fasciolosis, seperti yang tercatat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana angka kejadian infeksi pada sapi mencapai 47,2%. Selama ini, peternak sangat bergantung pada obat antiparasit sintetis yang dapat menimbulkan resistensi. Tim FASCIORICA mengolah biji pepaya dari Sleman dan biji carica dari Wonosobo menjadi ekstrak yang kemudian diuji terhadap telur Fasciola sp. melalui berbagai konsentrasi dan kombinasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak biji pepaya dan carica memiliki potensi kuat sebagai agen ovisidal terhadap telur Fasciola gigantica. Kerusakan fisik yang diakibatkan pada telur memastikan bahwa parasit tidak dapat berkembang lebih lanjut menjadi stadium infektif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif berkelanjutan dalam pengendalian parasit di sektor peternakan dan membuka peluang untuk pemanfaatan hasil samping pengolahan buah menjadi bahan bernilai tambah, imbuh Nabila.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com