Tentara Iran Seret Peti Mati Trump dan Netanyahu dalam Unjuk Rasa

Tentara Iran seret peti mati Trump dan Netanyahu dalam pawai milisi terbesar di Teheran, mempertegang konflik berkepanjangan dengan AS-Israel.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Teheran menjadi saksi demonstrasi terbesar sejak awal perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Pada Jumat (18/9/2026), pasukan milisi Iran, termasuk Basij, menggelar pawai militer akbar di ibu kota Iran. Demonstrasi ini merupakan langkah perlawanan dari pemerintah Iran, ketika konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan mengancam jalur energi global.

Dalam unjuk rasa tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Pasukan Basij Iran Hossein Taeb turut hadir, memperkuat dukungan terhadap aksi yang diselenggarakan sebagai simbol perlawanan negara. Basij sendiri adalah sayap paramiliter dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pawai ini terjadi di tengah tekanan berat yang dialami Iran dalam bidang militer dan ekonomi. Teheran secara demonstratif juga menantang dengan menghambat pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, sembari mendapatkan posisi strategis baru dari kelompok Houthi di Yaman yang memperketat kontrol di Laut Merah. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kestabilan pasokan energi dunia.

Dalam aksi tersebut, terdapat sejumlah spanduk yang mengancam dengan pesan “We Will Kill” yang disertai potret Donald Trump. Setelah enam bulan berlangsung, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menemukan titik akhir, dengan perang atrisi yang berlanjut dan meningkatkan ketegangan secara berkala.

Protes kali ini juga diwarnai dengan aksi simbolis di mana personel militer Iran menginjak dan menyeret peti mati bergambar Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Konflik yang menyebar hingga ke Yaman dan Arab Saudi ini menambah kekhawatiran baru terhadap jalur distribusi minyak dunia, mengingat ancaman pada Laut Merah sebagai jalur alternatif bagi perdagangan ekspor dari negara-negara Teluk.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com