ZONAUTARA.com – Antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Provinsi Aceh selama dua pekan terakhir semakin memburuk, menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas serta berimbas pada aktivitas pendidikan dan pekerjaan masyarakat setempat.
Pengamatan di lapangan menunjukkan ratusan kendaraan, mulai dari sepeda motor, minibus pribadi, hingga truk logistik, mengular panjang di SPBU, mengakibatkan kemacetan lalu lintas di jalur nasional dan provinsi yang rentan menimbulkan kecelakaan. Penyebab utama adalah ketidakpastian ketersediaan stok BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar yang kerap mengalami kelangkaan dan hanya tersedia dalam waktu terbatas tiap hari.
Banyak pekerja, termasuk karyawan swasta dan Aparatur Sipil Negara (ASN), terlambat masuk kerja akibat terjebak dalam antrean panjang di SPBU. Muslim, warga Kota Sigli, Kabupaten Pidie, mengeluhkan dampak terhadap pendidikan anaknya. “Kadang harus antre isi minyak 30 menit, bahkan sampai 1 jam menunggu di SPBU hingga anak terlambat ke sekolah,” ujarnya kepada Media Indonesia.
Ramdhan, warga lainnya, menyatakan bahwa waktu produktif masyarakat terbuang di jalan. “Kerja jualan milik pribadi atau buruh juga tersita waktunya karena kelamaan antre BBM di SPBU,” ungkap Ramdhan.
Antrean panjang tampak terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Pidie setiap hari, terutama terjadi pada pukul 05.00-12.00 WIB dan 19.00-23.00 WIB. Penduduk yang melakukan perjalanan jauh di jalur nasional Banda Aceh-Medan juga terkena dampak. Ikhwan, pengemudi minibus dari Lhokseumawe, menyatakan kekecewaan ketika stok BBM kosong di perjalanan. “Sangat kecewa, yang ada hanya pamflet bertuliskan Pertalite sedang dalam perjalanan,” katanya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

