ZONAUTARA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat telah mengidentifikasi total 7.582 kasus positif tuberkulosis (TB) di daerahnya, termasuk 51 kasus yang tergolong sebagai multidrug resistant tuberculosis (TB MDR). Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 orang dilaporkan meninggal dunia. Penemuan ini didasarkan pada skrining yang dilakukan sejak Januari hingga September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengungkapkan bahwa kasus TB di wilayahnya meningkat cukup signifikan. Dia menjelaskan bahwa tuberkulosis adalah penyakit bakteri menular yang dapat mempengaruhi paru-paru dan menyebar melalui batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.
“Tb multidrug resistant tuberculosis (MDR) memiliki gejala yang sama, akan tetapi mereka ditangani dengan memberikan obat antibiotik,” ujar Asep Surahman, Rabu (23/9/2026).
Asep juga menyatakan bahwa para penderita TB MDR di Garut ditangani dengan pemberian obat isoniazid dan rifampicin untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Namun, kasus yang lebih parah menunjukkan kondisi penderita yang tidak membaik meskipun telah menjalani pengobatan selama 6 bulan.
Dinkes Garut fokus melakukan skrining lebih lanjut dan melibatkan lintas sektoral untuk menjangkau warga berisiko. “Kami mengimbau masyarakat disiplin melaksanakan pola hidup bersih, sehat, menghindari kontak dengan orang yang menderita TB, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tambah Asep.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

