ZONAUTARA.com – Industri pakan hewan peliharaan kini memiliki peluang untuk mengurangi ketergantungan pada hasil tangkapan laut. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan protein mikroba dapat menjadi alternatif bahan baku yang berkelanjutan dan lebih disukai oleh anjing dan kucing.
Penelitian mengenai uji penerimaan sensorik ini membandingkan pakan kering berbasis protein mikroba sebesar 10% dengan pakan kontrol konvensional. Pengujian dilakukan melalui metode two-bowl preference test di lingkungan rumah tangga untuk mengamati perilaku makan hewan secara alami.
Hasil studi menunjukkan bahwa anjing mengonsumsi rata-rata 72 persen makanan berprotein mikroba dibandingkan 50% pada pakan kontrol. Kucing juga menunjukkan pola preferensi yang signifikan secara statistik terhadap pakan mengandung protein mikroba.
Anjing dan kucing lebih sering mendekati dan memilih wadah berisi pakan berprotein mikroba terlebih dahulu, mengindikasikan daya tarik aroma dan rasa yang lebih tinggi. Analisis laboratorium menunjukkan formulasi pakan ini memiliki makronutrien setara dengan pakan konvensional, dan menyediakan profil asam amino lengkap dengan kandungan triptofan lebih tinggi serta rasio omega-6 dan omega-3 yang seimbang.
Protein mikroba dihasilkan dari mikroorganisme seperti jamur, ragi, atau bakteri. Bahan ini dinilai memiliki tingkat ketercernaan yang tinggi dan profil nutrisi setara atau bahkan lebih baik dari sumber protein hewani tradisional, tanpa membebani ekosistem laut. Temuan ini memberikan bukti awal kelayakan integrasi protein mikroba ke dalam formulasi pakan komersial, sekaligus membuka potensi riset lanjutan terkait dampak kesehatan jangka panjang.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

