Kemendikdasmen dan OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah di Sekolah

Kemendikdasmen dan OJK kerjasama untuk tingkatkan literasi keuangan syariah di sekolah lewat penyediaan bahan bacaan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di sekolah. Penandatanganan ini berlangsung pada puncak acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang digelar pada Kamis (24/09/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa kerja sama ini akan memfokuskan pada penyediaan bahan bacaan dan edukasi mengenai keuangan syariah bagi para siswa di Indonesia. “Kami sepakat dengan OJK untuk menciptakan bahan bacaan bagi para murid di seluruh Indonesia. Buku tentang literasi keuangan syariah ini bisa diunduh secara gratis melalui layanan Rumah Pendidikan, sehingga dapat diakses oleh para murid, guru, dan seluruh masyarakat,” jelas Mu’ti.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyambut baik kolaborasi ini dan menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia dini. “Tujuannya adalah menyusun sebuah strategi besar bagaimana masyarakat kita sejak usia muda di pendidikan dasar menengah sudah memahami mengenai keuangan syariah,” tegas Dicky.

Menteri Koperasi yang juga Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, menyatakan perlunya dorongan literasi dari sekolah untuk mengatasi ketimpangan di industri keuangan syariah. Ia mencatat, “Tingkat literasi keuangan syariah sekarang sudah mencapai 43 persen, tetapi tingkat inklusinya baru 13,24 persen. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dan pemanfaatan layanan keuangan syariah,” jelas Ferry.

ISFO 2026 mencatat peningkatan partisipasi dengan lebih dari 11.952 peserta, naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat mencetak generasi yang melek finansial dan mendongkrak persentase inklusi syariah di Indonesia.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com