ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) mengajak mempererat tali persaudaraan diaspora dan meneladani semangat patriotisme Pahlawan Revolusi Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean dalam perhelatan akbar Remboken Pulang Kampung yang berlangsung pada 27–29 September 2026.
Agenda utama yang dipusatkan di Desa Sendangan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara ini mencakup peresmian patung pahlawan nasional, pada Senin (28/9/2026).
Dalam pidato sambutan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, yang dibacakan Wakil Gubernur, Victor Mailangkay, ia menjelaskan bahwa acara ini memiliki makna istimewa karena mengusung konsep three-in-one.
Yakni merangkaikan peresmian monumen pahlawan revolusi, hajatan mudik akbar diaspora Remboken sedunia, dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Kerukunan Swarga Pakasaan Remboken (KWPR).

Mailangkay juga menyampaikan selamat pulang kampung dan apresiasi mendalam kepada seluruh warga Remboken dari perantauan yang telah melangkah kembali ke tanah leluhur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat pulang kampung bagi seluruh warga Romboken sedunia yang telah melangkahkan kaki kembali ke kampung halaman,” ucap victor membacakan pesan tertulis Gubernur Sulut.
Dia menggarisbawahi bahwa momentum ini bukan sekadar ajang temu kangen biasa, melainkan simbol persaudaraan yang tak pernah putus, penguatan identitas Tominahasa, serta penghormatan setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa asal Remboken.
Kehadiran warga perantauan membuktikan teguhnya ikatan silaturahmi dengan tanah Minahasa sekaligus mencerminkan falsafah hidup Sitou Timu Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain).
Harapannya, warga diaspora terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Mengenai monumen Pierre Tendean, ia menegaskan bahwa patung yang berdiri kokoh di Desa Sendangan tersebut bukan sekadar karya seni visual atau monumen fisik semata.
“Melainkan pengingat dan pengobar semangat generasi muda, agar tidak pernah lupa pada akar sejarah, nilai keberanian, serta patriotisme luhur,” tegasnya.
Di samping membacakan amanat Gubernur, Victor Mailangkay juga menitipkan pesan khusus agar KWPR dan warga diaspora memprakarsai program bimbingan belajar (Bimbel) bagi putra-putri di Remboken dan Sulawesi Utara.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak daerah agar lebih banyak yang lolos seleksi masuk sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara, perguruan tinggi favorit, hingga sekolah kedinasan dan Akademi TNI/Polri.
Acara akbar ini terwujud atas inisiasi Kerukunan Warga Remboken (KWR) / Kerukunan Swarga Pakasaan Remboken (KWPR) bersama panitia lokal yang dipimpin oleh James Karinda, serta dihadiri oleh ratusan warga diaspora dari berbagai daerah hingga mancanegara seperti Amerika Serikat, Belanda, dan Jerman.
Turut hadir sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Ketua Dewan Pembina Pusat KWPR Letjen TNI (Purn.) Glenny Kairupan, Ketua KWPR Sulut Pdt. Renata Ticonuwu, M.Th., perwakilan Kapolda Sulut Kombes Pol. Muhammad Mukhdori, S.I.K., Kapolres Minahasa AKBP Steven Jr. Simbar, S.I.K., Camat Remboken Ibu Moniung, S.H., serta para Hukum Tua dan pimpinan BUMD setempat.
Sebagai informasi, Pierre Andries Tendean lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939. Beliau merupakan perwira militer TNI Angkatan Darat dari Korps Zeni yang memiliki darah keturunan Minahasa dari sang ayah, Dr. A.L. Tendean.
Ia gugur pada 1 Oktober 1965 di Lubang Buaya, Jakarta, saat bertugas sebagai ajudan Menko Hankam/Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Besar TNI A.H. Nasution dalam peristiwa G30S/PKI. Atas keberanian dan pengorbanannya mempertahankan kedaulatan bangsa, Pierre Tendean kemudian dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Revolusi.

