ZONAUTARA.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengusulkan agar skala agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) diperluas. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran. Agen Perlinsos merupakan relawan yang membantu masyarakat di lingkungan sekitar untuk mengakses layanan Perlinsos Digital, khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan.
Hal tersebut disampaikan oleh Tito dalam Rapat Tingkat Menteri terkait Pembahasan Perluasan Perlinsos dan rencana implementasi untuk tahun 2027, yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (30/9). “Perlu dibantu oleh orang lain yang kita sebut dengan agen. Agen inilah kemudian dilatih, dan kemudian mereka men-download menggunakan handphone yang memang smartphone. Dan ini kecepatannya sangat tinggi sekali karena hanya lima sampai tujuh detik saja,” kata Tito.
Mekanisme tersebut menggunakan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis utama, karena data ini mencakup biometrik seperti sidik jari, pengenalan wajah, hingga retina. Basis data ini memungkinkan proses validasi berlangsung hanya dalam hitungan detik dan membantu memperbarui data penerima secara berkala. “Data Dukcapil sebagai basis data untuk verifikasi, validasi, kemudian juga mengintegrasikan beberapa kementerian lain,” tambahnya.
Tito menjelaskan bahwa data dari Dukcapil akan diintegrasikan dengan data dari kementerian atau lembaga lain untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi penerima bantuan. Ia mencontohkan integrasi ini dengan Badan Pertanahan Nasional dan kepolisian, untuk mengetahui kepemilikan tanah dan kendaraan, yang diperlukan untuk profiling calon penerima bansos.
Dalam konteks lokal, agen Perlinsos akan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Misalnya, di Bali agen ini berasal dari kader posyandu. “Semuanya kita bergerak, dilatih dulu agen-agennya. Setelah itu, dibuat sistemnya tiap daerah,” ujar Tito. Untuk mendukung implementasi ini, Kemendagri sudah menyiapkan dukungan melalui Ditjen Dukcapil dan tim terkait, ungkapnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

