PGRI Mendukung Kebijakan Tidak Naik Kelas Mulai 2027

Ketum PGRI menyetujui kebijakan tidak naik kelas dengan menekankan pada kompetensi siswa mulai 2027.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: Detik – Berita

ZONAUTARA.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengumumkan kebijakan tidak naik kelas akan diberlakukan kembali mulai tahun ajaran 2027/2028. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi siswa terkait kebijakan ini. “Saya setuju, pada hakikatnya, pendidikan bukan sekadar menyelesaikan kurikulum atau menghabiskan waktu untuk belajar selama satu tahun,” kata Unifah pada Sabtu (17/10/2026).

Unifah menyampaikan bahwa pendidikan seharusnya memfokuskan pada pengembangan pengetahuan dan kemampuan berpikir yang diperlukan siswa dalam kehidupan. “Kenaikan kelas seharusnya mencerminkan perkembangan kompetensi yang nyata. Siswa yang naik kelas idealnya telah menguasai kemampuan dasar sebagai bekal mempelajari materi yang lebih kompleks,” ujarnya. Sebagai contoh, ia menyinggung tentang siswa kelas 3 SD yang belum memahami operasi perkalian akan mengalami kesulitan di kelas berikutnya.

Unifah menggarisbawahi pentingnya asesmen diagnostik dalam mengamati kemampuan dan kebutuhan belajar siswa sejak awal, yang sejalan dengan panduan pembelajaran dan asesmen Kemendikdasmen. Ia menegaskan kebijakan ini bukan sekadar mengembalikan ujian kenaikan kelas, melainkan juga meningkatkan metode pengajaran dan penilaian guru terhadap kemampuan siswa.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan tidak naik kelas secara otomatis akan diterapkan tahun ajaran 2027/2028. Proses pengkajian kebijakan ini telah dilakukan dan kini dalam tahap penyampaian kepada Presiden Prabowo Subianto. “Sekarang ini kami sudah melakukan proses pengkajian dan insyaallah tahun ajaran baru 2027/2028 akan mulai diberlakukan,” kata Abdul Mu’ti dilansir Antara, Sabtu (17/10).

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperbaiki cara guru mengajar dan menilai kemampuan siswa, sekaligus memastikan bahwa pendidikan menghasilkan kompetensi nyata yang bermanfaat bagi siswa dalam studi lanjutan dan kehidupan.




Diolah dari laporan Detik – Berita.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com