Pasar Nikel Indonesia Diproyeksikan Melejit, Hilirisasi Jadi Fokus Utama

Pasar nikel global diproyeksikan meningkat, membuka peluang bagi Indonesia untuk fokus pada hilirisasi hingga produk akhir.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Prospek pasar nikel dunia yang diprediksi terus meningkat memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan industri pengolahan dalam negeri. Laporan dari Shanghai Metals Market (SMM) memperkirakan permintaan nikel global akan naik 21,39%, dari 3.717 kiloton (Kt Ni) pada 2026 menjadi 4.512 Kt Ni pada 2031. Sektor baterai dan baja nirkarat (stainless steel) menjadi pendorong utama peningkatan ini.

Peluang besar ini mendorong Indonesia untuk memperdalam rantai hilirisasi hingga menghasilkan produk akhir, bukan hanya produk setengah jadi. Direktur INDEF Green Transition Initiative (GTI) Imaduddin Abdullah menekankan pentingnya memanfaatkan lonjakan pasar nikel global untuk memperkuat struktur industri domestik.

“Peningkatan permintaan nikel global ini peluang besar bagi Indonesia. Kuncinya, kita harus memperdalam hilirisasi sampai ke produk akhir, bukan berhenti di produk antara (intermediate product),” kata Imaduddin, dikutip Minggu (18/10/2026).

Menurut Imaduddin, pengolahan yang mencapai produk jadi akan memperkuat keterkaitan industri dan melibatkan rantai pasok lokal yang lebih luas. “Semakin kompleks produk yang dihasilkan, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan oleh industri dan pemasok lokal di dalam negeri,” jelasnya.

Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau mengungkapkan bahwa penciptaan nilai tambah tertinggi ada pada sektor hilir. Peningkatan kapasitas produksi harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir agar seluruh rantai pasok industri di dalam negeri dapat mengoptimalkan peningkatan nilai tambahnya.

“Nilai tambah yang lebih tinggi itu ada pada industri hilir. Tugas utama kita sebenarnya mendorong peningkatan industri hilir di Indonesia,” tegas Rachmat.

Langkah integrasi hilir sudah dilakukan oleh Grup MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Indonesia Battery Corporation (IBC), bekerja sama dengan konsorsium CATL-Brunp-Lygend melalui PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Fasilitas pabrik baterai di Karawang dengan kapasitas awal 6,9 GWh dan target ekspansi hingga 15 GWh telah mulai dikembangkan.




Pemerintah menunjukkan komitmennya dengan mengkaji kebijakan moratorium bagi smelter yang hanya menghasilkan produk antara. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan langkah ini bertujuan mengatur ancaman oversupply nikel dunia yang mencapai 2,5 juta ton dan mendorong industri untuk menghasilkan produk akhir. “Sekarang kan hilirisasi itu kan yang kita inginkan adalah ending-nya nilai tambah 100% di sini (dalam negeri),” tegas Bahlil di KESDM, Jumat (17/10).

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com