ZONAUTARA.com – Kanker payudara tetap menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia, dengan jumlah kasus yang diperkirakan meningkat menjadi 95.214 pada tahun 2025, berdasarkan data proyeksi GLOBOCAN 2022 dari International Agency for Research on Cancer (IARC). Pada tahun 2022, Indonesia tercatat memiliki 66.271 kasus baru dan 22.598 kematian akibat penyakit ini.
Langkah-langkah penanggulangan kanker payudara mencakup edukasi kesehatan, deteksi dini, serta akses terhadap layanan kesehatan yang tepat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara 2025-2034 dengan target menurunkan angka kematian sebesar 2,5% setiap tahun.
Di tingkat regional, hubungan yang terjalin antara Indonesia dan HMI Medical Malaysia juga berkontribusi dalam upaya penanganan kanker payudara. Mr. Stanley Lam, Country CEO HMI Medical Malaysia, menyatakan bahwa “selama lebih dari 25 tahun, banyak pasien dari Indonesia telah mempercayakan perjalanan kesehatan mereka kepada rumah sakit kami di Melaka dan Johor Bahru.”
Seiring dengan ini, HMI Medical Malaysia bekerja sama dengan Lovepink Indonesia melalui gerakan Pink Pulse Run 2026 dan Roadshow Pink Love untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong kegiatan skrining bagi 10.000 perempuan di Indonesia.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat turut menekankan pentingnya pemerataan akses untuk diagnosis dan pengobatan kanker payudara hingga ke tingkat daerah, sehingga semua perempuan dapat memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

