Warga Tanaki Diedukasi Bahaya Bom dan Bius Ikan, Ekosistem Laut Perlu Dijaga

Editor: Redaktur
warga Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, diajak memahami pentingnya praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

ZONAUTARA.com – Penggunaan bom dan bahan pembius untuk menangkap ikan dapat merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir. Karena itu, warga Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, diajak memahami pentingnya praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Edukasi tersebut diberikan melalui penyuluhan dalam program TMMD ke-130 Tahun 2026 Kodim 1301/Sangihe di Aula Kantor Kampung Tanaki, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 35 warga dengan menghadirkan Armansyah, A.MD.Pi., sebagai pemateri.

Dalam penyuluhan bertema penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan dan pelarangan bom serta bius ikan itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai dampak buruk metode penangkapan yang merusak.

Penggunaan bom ikan dapat menghancurkan terumbu karang, sementara bahan pembius berisiko mengganggu kehidupan biota laut. Kerusakan ekosistem tersebut dapat berdampak pada keberlanjutan sumber daya ikan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

Bagi warga yang menggantungkan penghidupan pada hasil laut, menjaga ekosistem bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan ketersediaan sumber daya perikanan untuk masa mendatang.




“Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan menghindari praktik penangkapan yang merusak,” kata Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 1301/Sangihe, Letkol Czi. Nazarudin.

“Kesadaran tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga kelestarian laut sekaligus mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan.”

Penyuluhan ini merupakan bagian dari kegiatan nonfisik TMMD ke-130 yang menyasar peningkatan pengetahuan masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak bom dan bius ikan, masyarakat diharapkan ikut berperan menjaga kekayaan laut Tanaki agar tetap mendukung kehidupan warga saat ini maupun generasi mendatang.

TAGGED:
Share This Article
Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com