Bantuan UMKM di Sumatera Selesai Sebelum Desember 2026

Menteri UMKM menargetkan distribusi bantuan presiden bagi usaha mikro terdampak bencana di Sumatera rampung sebelum 2026.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan penyelesaian distribusi bantuan presiden (banpres) bagi usaha mikro terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebelum Desember 2026. Bantuan yang diberikan sebesar Rp3 juta per unit usaha. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan koordinasi dengan OJK dan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

Pada rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Jakarta pada Rabu (28/10/2026), Maman menyebutkan, sebanyak 112.849 usaha mikro telah ditetapkan sebagai penerima bantuan tahap I. “Targetnya adalah menyelesaikan distribusi banpres sebelum Desember. Koordinasi dengan OJK dan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran,” kata Maman.

Dari penerima tahap I, terdapat 70.296 usaha mikro di Aceh, 25.491 di Sumatera Utara, dan 17.062 di Sumatera Barat. Sebelumnya, 206.466 calon penerima dari 48 kabupaten/kota telah diusulkan, sementara 93.617 belum masuk dalam daftar penerima tahap I. Maman menekankan pentingnya verifikasi agar bantuan tepat sasaran, termasuk mengecek validitas nomor induk kependudukan dan status penerima.

Pemerintah daerah diminta mengusulkan penerima tahap II paling lambat 2 November 2026, dengan kuota 87.151 usaha mikro yang masih dapat dipenuhi. Selain banpres, Kementerian UMKM juga mengalokasikan Rp2,6 miliar untuk bantuan alat produksi dan Rp11,2 miliar untuk program pemberdayaan UMKM yang menjangkau 12.386 pengusaha.

Sebanyak Rp3,6 miliar dianggarkan untuk delapan Klinik UMKM Bangkit dengan 32 tenaga pendamping. Secara keseluruhan, Kementerian UMKM mengalokasikan Rp618,88 miliar untuk mendukung pemulihan 212.386 UMKM dan wirausaha di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sementara kebutuhan anggaran pemulihan mencapai Rp1,26 triliun untuk 2026–2028.




Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com