ZONAUTARA.com – India meningkatkan pengamanan di New Delhi menjelang aksi unjuk rasa yang menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum, Gyanesh Kumar, untuk mundur dari jabatannya. Tuntutan tersebut muncul setelah terjadinya kontroversi terkait penghapusan lebih dari 130 juta nama dari daftar pemilih.
Tindakan penghapusan ini telah memicu kemarahan publik dan kelompok oposisi, yang menilai bahwa langkah tersebut berdampak negatif pada integritas pemilu di India. Sebagai bentuk protes, aksi unjuk rasa besar-besaran direncanakan digelar di ibu kota negara itu.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari yang sama, Senin, 2 November, memutuskan untuk mengeluarkan 81 saham dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham tersebut tergolong dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC), yang berarti memiliki konsentrasi kepemilikan yang tinggi.
Kebijakan BEI ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan likuiditas pasar, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi investor. Keputusan ini juga diharapkan dapat membawa stabilitas yang lebih besar bagi pasar modal Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BEI untuk menyempurnakan mekanisme pasar, sekaligus mendukung kebijakan penyebaran kepemilikan yang lebih merata.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.
