ZONAUTARA.com – Russell Brand, tokoh flamboyan yang terkenal dari karier televisi dan komedinya pada awal 2000-an, tampil berbeda di pengadilan. Selama persidangan pemerkosaannya, Brand lebih banyak duduk tanpa ekspresi di kursi terdakwa, menatap lurus ke depan. Ketenangannya sangat mencolok saat sejumlah tuduhan terhadapnya dipaparkan secara rinci selama beberapa hari.
Setelah persidangan selama tiga minggu, pria berusia 51 tahun ini dinyatakan bersalah atas satu tuduhan pemerkosaan dan tiga tuduhan pelecehan seksual. Namun, ia dibebaskan dari dua tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan percobaan pelecehan tidak senonoh. Tuduhan ini mencakup periode 10 tahun, dari 1999 hingga 2009, dan melibatkan enam pelapor wanita.
Brand yang terlihat selama persidangan tampak sopan hingga berlebihan. Meskipun demikian, sifatnya yang santun dan penuh hormat tersebut sangat kontras dengan bukti yang dihadirkan di pengadilan. Para korbannya menggambarkannya sebagai pria arogan dan predator seksual yang tidak menerima penolakan dari wanita yang menjadi targetnya. Sosok agresor seksual yang manipulatif terungkap dalam persidangan tersebut.
Selama jalannya persidangan, Brand kadang masih memperlihatkan sisi yang biasa dikenal publik, terutama ketika ia tiba di Pengadilan Corwn Southwark. Dengan gaya busananya yang khas, ia sering langsung menyapa kerumunan media di luar gedung pengadilan. Pada hari pertama persidangan, ia mengatakan kepada wartawan: “Hari ini, saya merasa diberkati. Saya merasa tentu saja khawatir, tetapi berharap bahwa proses ini akan membawa hasil yang baik bagi semua pihak yang terlibat. Itu doa saya.”
Pada masa waktu persidangan, Brand juga menonjolkan citranya sebagai seorang influencer Kristen, mengenakan salib dengan berbagai ukuran dan tampak memegang tasbih. Sosok misterius yang terlihat mirip dengan Brand membuat kehebohan di luar gedung pengadilan, namun pada kenyataannya bukanlah dirinya. Keberadaan orang tersebut tetap menjadi teka-teki.
Diolah dari laporan BBC News.
