Babirusa yang hilang dari kamera jebak

Artikel ini tayang di Teras.id Klik tombol di bawah untuk membaca artikel lengkap. Artikel ini memerlukan akses VIP di Teras.id.
๐Ÿ‘‘ Baca Artikel Lengkap

Ringkasan

ZONAUTARA.com – Sepanjang 2024, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) memasang kamera jebak di lebih dari seratus grid pemantauan. Kamera itu bekerja secara otomatis siang dan malam, merekam apa saja yang lewat di depannya. Dari seluruh rekaman itu, tidak ada babirusa yang terekam, satu dari empat satwa kunci Sulawesi Utara.

Tahun berikutnya, dengan grid 74, hasilnya hanya ada satu individu babirusa di satu grid pemantauan yang terekam. Data itu disampaikan Balai dalam jawaban tertulis kepada tim Zonautara.com. Kepala Balai TNBNW, Decky Hendra Prasetya membenarkan angka itu saat ditemui di kantor balai di Kotamobagu pada Selasa 28 Juli 2026.

Kamera jebak adalah alat utama untuk memantau babirusa, karena satwa ini nyaris tidak pernah terlihat langsung. Kamera dipasang menyebar dalam petak-petak pemantauan yang disebut grid, lalu memotret sendiri setiap kali ada gerakan di depannya.

Tak ada satu pun babirusa yang terekam, bukan berarti nol babirusa. Decky menyebut perjumpaan langsung dengan babirusa dalam patroli rutin memang jarang, karena satwa ini pemalu dan sulit dijumpai. Meski begitu, faktanya temuan babirusa di kawasan itu menurun setelah 2023, dan tren populasinya merosot drastis.

Riwayat perlindungan satwa ini menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan. Babirusa Sulawesi (Babyrousa celebensis) ini sudah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi penuh oleh hukum Indonesia sejak 1931, ketika masih di bawah pemerintahan Kolonial Belanda, perlindungan tertua untuk satwa mana pun di pulau ini, selama hampir seabad.




Satwa Unik yang Terancam

Taring babirusa jantan tumbuh menembus kulit moncongnya sendiri, lalu melengkung ke belakang ke arah dahi. Bentuk itu membuat babirusa menjadi salah satu satwa paling khas di dunia. Namun, fungsi taringnya masih diperdebatkan para ilmuwan.

Babirusa sulawesi menyukai hutan dataran rendah dekat sungai. Satwa ini kerap mendatangi kubangan dan sumber air asin untuk memperoleh mineral. Kebiasaan itu menjadikan tempat-tempat tersebut titik penting sekaligus titik rawan, karena mudah ditebak oleh siapa pun yang ingin memburunya. Tim Zonautara.com pernah memotret satu rombongan satwa endemik Sulawesi ini di kolam Adudu bagian dari Suaka Margasatwa Nantu di Gorontalo.

Baca artikel lengkap Babirusa yang hilang dari kamera jebak di Teras.id

๐Ÿ‘‘ Baca di Teras.id โ†’

https://www.teras.id/zonautara-com/rubrik/mendalam/babirusa-yang-hilang-dari-kamera-jebak-2279574

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com