Doa-doa di bibir lubang tambang

Artikel ini tayang di Teras.id Klik tombol di bawah untuk membaca artikel lengkap.
πŸ”“ Baca Artikel Lengkap

Ringkasan

ZONAUTARA.com– Kedua tangan Elpan Mangkio menengadah ke atas. Bibirnya bergerak mengeluarkan suara lirih, sementara matanya terpejam beberapa detik. Ia baru saja menunaikan salat Dzuhur di sela aktivitasnya di wilayah tambang rakyat Lingkobungon, Tanoyan Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow.Β 

Elpan salat di atas terpal dan papan kayu seadanya, tak jauh dari mulut lubang tempat ia dan rekan-rekannya biasa turun untuk menggali material. Lumpur menempel di tanah sekitar tempatnya bersembahyang. Sementara suara blower terus meraung mengalirkan udara ke dasar lubang tambang.

Laki-laki 25 tahun asal Desa Tungoi, Kecamatan Lolayan itu bekerja dalam satu kelompok kecil penambang yang biasa disebut kongsi. Siang itu, setelah beristirahat sejenak, ia memilih salat sebelum kembali turun menggali material bersama rekan-rekannya.

β€œDi dalam kami tidak tahu waktu, tinggal mengira-ngira saja. Kebetulan tadi tim Zonautara.com ada yang pakai jam tangan, jadi boleh bertanya sudah jam berapa,” kata Elpan, Minggu, 3 Mei 2026.

Tak lama setelah berdoa, ayah dua anak itu kembali bersiap masuk ke dalam lubang bersama lima anggota kongsinya. β€œAnak saya masih kecil-kecil, laki-laki dan perempuan. Mereka jadi motivasi saya bekerja,” ujarnya.




Baca artikel lengkap Doa-doa di bibir lubang tambang di Teras.id

πŸ”“ Baca di Teras.id β†’

https://www.teras.id/zonautara-com/rubrik/jeda/doa-doa-di-bibir-lubang-tambang-2137101

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com