Foto Story: Ketika air menjauh

Artikel ini tayang di Teras.id Klik tombol di bawah untuk membaca artikel lengkap. Artikel ini memerlukan akses Freemium di Teras.id.
๐Ÿ”‘ Baca Artikel Lengkap

Ringkasan

ZONAUTARA.com – Di Desa Babo, Bolaang Mongondow, tanah yang biasanya menyimpan air telah terbelah menjadi retakan-retakan dalam. Puti Hati Paropo membungkuk di atas bekas sawah padinya, menyiram tunas semangka dengan air yang diangkat menggunakan ember.

Setelah kemarau panjang merusak tanaman padi, semangka menjadi harapan baru untuk menjaga dapur keluarganya tetap menyala.

Ratusan kilometer dari Babo, di pesisir Desa Ilomata, Bolaang Mongondow Selatan, Japar merajut kembali mata-mata jaring yang robek. Nelayan berusia 83 tahun itu mengingat masa ketika ikan dapat ditangkap tanpa kehilangan daratan dari pandangan.

Kini, nelayan harus menggunakan mesin dan pergi puluhan mil ke tengah laut, menghadapi ongkos yang lebih besar serta cuaca yang semakin sulit diperkirakan.

Tanah retak dan laut yang menjauh merupakan dua wajah dari krisis yang sama. Di Sulawesi Utara, perubahan iklim tidak hanya mengubah bentang alam.

Krisis ini juga mengubah pekerjaan, membesarkan utang, mengurangi makanan di meja makan, dan memaksa keluarga miskin menanggung biaya adaptasi sendirian.

Baca artikel lengkap Foto Story: Ketika air menjauh di Teras.id

๐Ÿ”‘ Baca di Teras.id โ†’

https://www.teras.id/foto/zonautara-com/rubrik/jeda/foto-story-ketika-air-menjauh-2284305

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com