Ringkasan
ZONAUTARA.com – Dari permukaan, tampak tidak ada artinya. Hanya sebuah lubang persegi berukuran sekitar satu kali satu meter, bibirnya diperkuat kayu, ditutup atap terpal biru. Tidak ada tanda bahaya. Tidak ada papan peringatan. Hanya suara dengung mesin blower dan tumpukan karung di sisinya yang memberi petunjuk bahwa di bawah sana sedang ada kehidupan yang berlangsung.
Namun begitu Anda menunduk dan menatap ke dalam, dan menunggu mata menyesuaikan diri dengan gelapnya, barulah terasa betapa rumit struktur yang dibangun hanya dengan kayu, linggis, dan pengetahuan yang diwariskan antar generasi.
Inilah anatomi lubang tambang rakyat tradisional di Tanoyan Selatan, Bolaang Mongondow, sebagaimana yang didokumentasikan tim Zonautara.com dengan turun langsung ke dalam lubang pada awal Mei 2026.

Ronny Adolof Buol