Rantai pasokan yang jarang diperiksa

Artikel ini tayang di Teras.id Klik tombol di bawah untuk membaca artikel lengkap. Artikel ini memerlukan akses Freemium di Teras.id.
๐Ÿ”‘ Baca Artikel Lengkap

Ringkasan

ZONAUTARA.com– Di Pasar Beriman Tomohon, daging dari bermacam satwa digelar di belasan lapak yang ada di sebuah los khusus penjual daging. Kelelawar digantung dengan sayap direntangkan, berdampingan dengan daging babi hutan, ular piton, biawak, anjing dan tikus. Tak jarang ada pula daging kucing.

Pisau, talenan, dan meja yang dipakai sama untuk semua jenis daging. Darah dari berbagai jenis hewan bercampur di permukaan yang sama, yang membuat sebagian orang akan merasa mual jika memasuki los ini.

Bagi warga Minahasa pemandangan itu biasa. Tak hanya di Tomohon, beberapa pasar tradisional lainnya punya pemandangan yang sama, misalnya di Langowan. Namun, dari sudut pandang kesehatan, pasar seperti ini adalah sesuatu yang lain.

Belasan jenis satwa yang barangkali tidak pernah berjumpa satu sama lain di alam, ditumpuk dalam satu lapak. Mereka berada di ruang, bercampur dengan manusia, baik sebagai penjual maupun pembeli.

Kondisi seperti itu, nyaris tidak ada yang rutin memeriksanya. Bukan karena aparat lalai, melainkan karena komoditas terbesar dalam rantai ini berada di luar kewenangan hampir semua pihak.




Koloni kelelawar yang semakin habis

Komoditas paling menonjol dalam perdagangan ini adalah kelelawar. Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sulawesi Utara, Hendrik Rundengan, menyebut jenis yang paling sering diperdagangkan adalah kelelawar buah hitam (Pteropus alecto).

Yang jarang disadari masyarakat yang mengonsumsinya, kelelawar itu sebagian besar bukan lagi berasal dari Sulawesi Utara.

Riset Sheherazade dan Susan Tsang yang terbit pada 2015 di jurnal Global Ecology and Conservation melakukan survei di delapan pasar utama di sekitar Manado. Hasilnya, sekitar 500 ton kelelawar per tahun didatangkan dari provinsi lain. Pemasok terbesar adalah Sulawesi Selatan, sekitar 38 persen. 

Penelitian itu juga mencatat bahwa kelelawar atau kalong di Sulawesi Utara sudah terkuras habis di banyak tempat, karena permintaan rutin yang besar. Artinya rantai permintaan ini telah bergerak mencari pasokan ke pulau dan provinsi lain.

Baca artikel lengkap Rantai pasokan yang jarang diperiksa di Teras.id

๐Ÿ”‘ Baca di Teras.id โ†’

https://www.teras.id/zonautara-com/rubrik/berita-daerah/rantai-pasokan-yang-jarang-diperiksa-2279581

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com