Connect with us

Sorotan

MENTERI SUSI: “Nilai Tukar Nelayan Bitung Tertinggi”

“Bitung itu tertinggi (NTN-nya), padahal Bitung itu yang teriak paling kencang (moratorium),” kata Susi.

Bagikan !

Published

on

JAKARTA, ZONAUTARA.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa Nilai Tukar Nelayan (NTN) Kota Bitung merupakan yang tertinggi dari NTN seluruh Indonesia saat ini.

Hal itu disampaikan Menteri Susi saat menjadi Keynote Speaker dalam Penghargaan Liputan Media Terbaik Tentang Keadilan Pangan yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang bekerjasama dengan OXAM, Selasa (18/7/2017).

Walau tidak merinci angkanya namun Susi menjelaskan bahwa NTN yang meningkat itu menunjukkan kinerja dari kebijakan yang selama ini dia ambil.

“Bitung itu tertinggi (NTN-nya), padahal Bitung itu yang teriak paling kencang (moratorium),” kata Susi.

Pada Juni 2017, NTN Indonesia sudah diatas angka 110, terus naik sejak Desember 2014. Angka kenaikan ini sejalan dengan kenaikan Nilai Tukar Usaha Nelayan (NTUN) yang sudah diatas angka 120.

NTN merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan dan indeks harga yang dibayar nelayan. NTN menjadi proxy indikator kesejahteraan bagi nelayan.

NTN dibawah 100 berarti bahwa harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya, artinya pendapatan nelayan naik lebih besar dari pengeluarannya atau surplus. NTN sama dengan 100 memiliki arti bahwa kenaikan harga produksi sama dengan kenaikan harga konsumsi sehingga nelayan mengalami impas.

Beberapa kalangan memang berpendapat bahwa kebijakan Susi terutama soal moratorium kapal ikan asing sangat berdampak terhadap perindustrian perikanan di Bitung.

Banyak laporan yang menyebutkan soal ribuan tenaga kerja di sektor perikanan terpaksa harus dirumahkan karena dampak dari moratorium itu.

“Kita tidak bisa kompromi, dan beri toleransi. Bangsa Indonesia ini sudah sangat baik, ikannya sudah dicuri, kita beri juga dia BBM, bersubsidi lagi,” tegas Susi yang menyinggung soal penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikapal-kapal penangkap ikan secara ilegal.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menurut Susi kini sedang menyiapkan Global Fishing Watch yang akan memberi akses ke publik untuk aktifitas kapal-kapal penangkap ikan di seluruh wilayah perairan Indonesia.

System yang didukung oleh Google ini akan memungkinkan penegak hukum di perairan Indonesia memantau secara real time kapal-kapal yang melakukan kegiatan ilegal.

“Saya dituduh membocorkan rahasia negara ketika memberi akses data-data ini, padahal yang saya lakukan adalah demi kebaikan kita bersama,” ujar Susi.

Menurutnya sudah terlalu lama perairan laut Indonesia dikapling hanya oleh sebagian orang. Saatnya kedaulatan perikanan itu dikembalikan ke tangan rakyat.

Laporan Zonautara dari Jakarta.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: FOTO: Kaya Ikan, Miskin Fasilitas | Zona Utara

  2. Pingback: i99 casino

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sorotan

Hoaks sengaja disebar untuk picu kerusuhan di Wamena

Semuanya diminta untuk menahan diri.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko seusai rapat internal dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/09/2019) siang, langsung merespons peristiwa kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua. Moeldoko mengatakan bahwa peristiwa di Wamena harus disikapi dengan cara-cara proporsional dan profesional.

“Jangan sampai penyelesaian itu membangun dengan emosi yang pada akhirnya aparat itu melakukan tindakan-tindakan yang uncontrol. Itu yang tidak kita inginkan,” kata Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan ini mengakui jika dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena terdapat korban, termasuk di pihak aparat keamanan, yaitu TNI dan Polri.

Ia menegaskan bahwa tidak ada instruksi bagi aparat untuk melakukan tindakan represif dalam menangani kerusuhan di Wamena itu. Semuanya diminta untuk menahan diri karena ini sangat berkaitan dengan perkembangan isu di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Jadi jangan kita memunculkan situasi yang tidak bagus. Jadi semuanya harus terkontrol dengan baik aparat keamanan, tidak ada langkah-langkah yang eksesif, tetapi juga keamanan menjadi kebutuhan bersama,” tegas Moeldoko.

Kabar hoaks yang memicu kerusuhan di Wamena, menurut Moeldoko, akibat adanya isu yang disebarkan bahwa ada seorang guru yang melakukan rasis. Padahal hal itu tidak terjadi. Kapolri juga mengatakan tidak ada hal itu.

“Sudah dicek ke sekolahan  itu tidak yang terjadi seperti itu. Tapi begini, ya, karena situasi ini, sekali lagi, situasi ini adalah situasi yang diprovokasi dalam rangka menciptakan situasi untuk konsumsi,” ujarnya.

Moeldoko menghimbau agar harus menyikapi ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai nanti ikut terbawa emosi, terpancing dan seterusnya. Hal tersebut juga sudah menyampaikan hal itu kepada aparat keamanan di wilayah Papua.

Ia menduga adanya provokasi yang sengaja diciptakan untuk memicu terjadinya kerusuhan di Wamena. Saat aparat terpancing melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia berat bisa dijadikan celah tuntutan di PBB.

“Kami sudah tahu agendanya ke mana,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com