Connect with us

Hukum dan Kriminal

Sidang Korupsi Anggaran Proyek Unit Sekolah Baru, Jaksa Hadirkan Ahli Inspektorat

Published

on

zonasulut.com

MANADO, ZONASULUT.com – Sidang perkara korupsi anggaran proyek Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri Nusa Tabukan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang menjerat masing-masing terdakwa Helmintce alias HT, Septiawan alias SM, Denny alias DM kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (25/7/2018).

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Ahli Auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe yaitu Wiliam Sontujuan, di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Arkanu. Wiliam dihadirkan untuk menjelaskan duduk persoalan kasus ini sehingga ditemukannya kerugian negara.

Ia menjelaskan temuan kerugian Negara bersumber dari volume kerja pembangungan yang berkurang serta keterlambatan pembangunan dalam hal adminstrasi. Menurut Ahli, kejanggalan dari proyek ini sudah sempat diingatkan kepada para terdakwa, dengan harapan agar pembangunan yang belum selesai dapat dilanjutkan.

Sayangnya sampai pada bulan Juni tahun 2017, pembangunan tak kunjung mengalami kelanjutan pekerjaan, hingga pihak auditor langsung menyampaikan hal ini kepada pihak Kejari Sangihe.

Usai mendengarkan keterangan Ahli, Hakim menuda persidangan sampai pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi-saksi.

Diketahui. Kasus ini berawal saat negara melalui Kementerian Pendidikan Nasional mengeluarkan anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar pada Tahun Anggaran 2016. Sesuai kalender kerja, proyek itu harusnya selesai akhir tahun 2016, namun pihak panitia pekerjaan baru menyelesaikan proyek tersebut hingga bulan Mei 2017.

Padahal berdasarkan aturan, bila pekerjaan proyek tidak selesai dalam kalender kerja yang ditentukan, maka sisa anggarannya harus dikembalikan ke kas Negara.

Selain itu, saat pihak Kejaksaan melakukan pemeriksaan fisik di lokasi bangunan bersama dengan petugas Inspektorat, nampah bahwa lahan tempat dibangunnya gedung sekolah itu sangat tidak layak, karena berada di tebing dan tidak memiliki halamannya. Hal ini dinilai bisa membahayakan para siswa.

Perbuatan kedua terdakwa dijerat  Pasal 2,3 dan 9 Junto Pasal 18 Undang – Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan  Tindak pidana Korupsi.

Peliput: Rhendy Umar

Editor: Rizali Posumah

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Lagi, dua nyawa melayang di lokasi tambang Bakan

Batu yang berada tepat di atas kepala runtuh dan menimpa petambang

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Proses evakuasi saat kejadian tertimbunnya petambang di Bakan pada Maret 2019. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Busa di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menelan korban jiwa.

Peristiwa naas yang merenggut dua nyawa sekaligus itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita, Kamis (06/02/2020). Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, korban yakni RM Alias Mat (39) warga Desa Solimandungan Baru, dan AL alias Fian warga Desa Solimandungan 2, Kecamatan Bolaang.

“Keduanya meninggal setelah tertimbun material galian berupa bebatuan dan tanah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bolmong, Haris Dilapanga.

Dari keterangan saksi mata yang merupakan rekan kerja korban juga warga yang sama, bahwa kejadian bermula saat dirinya bersama kedua korban dan salah satu temannya Masri sedang mengambil material di lokasi yang cukup curam. Tiba-tiba, batu yang berada tepat di atas kepala mereka runtuh dan menimpa RM di bagian kepala dan dada.

“Korban Mat sempat dilarikan ke rumah sakit Kotamobagu dan dinyatakan meninggal saat berada di rumah sakit. Sedangkan Fian dipastikan meninggal di tempat kejadian,” terang Haris berdasarkan keterangan saksi.

Korban yang meninggal di lokasi kejadian langsung dijemput pihak keluarga dan dibawah ke rumah duka di Desa Solimandungan Baru.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kotamobagu, AKP Mohammad Fadly SIK saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, kedua korban sudah ada di rumah duka dan diserahkan langsung kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Benar ada korban jiwa di lokasi Bakan. Saat ini juga kita sedang mendalami kasus serta sedang mencari siapa penanggung jawab para pekerja tersebut,” singkat Mohammad Fadly.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com