Hadir di HKAN 2018, 7 Desa Di Talaud Kenalkan Perdes Perlindungan Sampiri

  • Share
zonautara.com
Sampiri. (foto: http://www.jenisfaunaindonesia.web.id)

BITUNG, Zonautara.com – Puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 yang digelar di Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Tangkoko, Bitung dihadiri oleh berbagai pihak yang terkait upaya konservasi alam diantaranya Balai Taman Nasional, Balai Konservasi Sumber Daya Akan, serta berbagai lembaga non pemerintah.

Semangat konservasi alam juga ditunjukkan oleh tujuh desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Ketujuh desa tersebut adalah Desa Ensem, Desa Rae Selatan, Desa Bengel, Desa Ambela, Desa Tuabatu, Desa Dapalan serta Desa Dapihe.

Ketujuh desa ini merupakan desa konservasi binaan Yayasan IDEP Selaras Alam.

“Kami datang kesiin dengan harapan dapat menambah pengetahuan di bidang konservasi”, ungkap Anli Karungdeng selaku Ketua Kelompok Pecinta Alam Desa (KPAD) Rae Selatan, Selasa (28/8/2018).

Menurut Anli, Kepulauan Talaud merupakan Kepulauan Perbatasan dan seharusnya menjadi prioritas dalam hal kKonservasi alam, karena di Talaud sendiri terdapat hewan endemik yaitu Burung Sampiri (Eos Historia).

Menurut survey Burung Indonesia pada tahun 2006, populasi Sampiri diperkirakan berkisar 2.652 ekor di delapan pohon tidur. Ketujuh desa ini adalah desa dengan persebaran populasi Sampiri terbanyak.

Menurut Anli, di Desa Rae Selatan terdapat dua pohon tidur untuk Sampiri.

“Dan itu kami jaga agar tidak ada yang memburu mereka. Selain mengampanyekan kepada masyarakat mengenai burung Sampiri, kami juga sudah memasukkan dalam Peraturan Desa terkait perburuan Burung Sampiri. sehingga ketika ada yang melanggar bisa kami tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas Anli.

Editor: Ronny Adolof Buol



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com