Menteri LHK Siti Nurbaya: Konservasi Alam Itu Konservasi Kita

  • Share
zonautara.com
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat meninjau salah satu stand peserta Jambore Nasional Konservasi Alam di HKAN 2018. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

BITUNG, ZONAUTARA.com — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menegaskan bahwa konservasi alam itu merupakan konsevasi kita semua.

“Kehidupan kita itu kan tergantung pada alam, pada sumber daya yang dihasilkan oleh ekosistem alam, jika semua itu rusak atau musnah tentunya kehidupan kita juga akan terancam. Konservasi alam itu konservasi kita. Melestarikan alam itu sama artinya dengan menyelamatkan hidup kita sekarang dan kehidupan generasi-genarasi yang akan datang. Karena itu konservasi alam itu harus terus menerus digaungkan agar semakin banyak yang peduli dan melakukannya”, ujar Siti Nurbaya saat membawakan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018, Kamis (30/8).

HKAN yang dihadiri oleh ribuan peserta yang datang dari berbagai Indonesia dan Sulawwesi Utara sebagai tuan rumah dilaksanakan di camping ground Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Tangkoko, Bitung sejak 28 Agustus.

“HKAN diperingati secara terus menerus setiap tahun sebagai upaya untuk menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam dan memasyarakatkan konservasi alam secara nasional agar menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa”, ujar Siti Nurbaya.

Hari Konservasi Alam Nasional jatuh pada tanggal 10 Agustus. Penetapannya berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 22 Tahun 2009. Pengambilan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Konsevasi Alam Nasional adalah karena tanggal tersebut merupakan tanggal disahkannya undang-undang yang khusus mengatur tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, yaitu Undang-Undang No. 5 tahun 1990.

Peringatan HKAN tahun 2018 merupakan kali ke 10 yang diselenggarakan KLHK. Dalam setiap tahunnya selalu dimunculkan tema yang menyiratkan nilai dan makna konservasi alam itu sendiri sekaligus semangat dan ajakan untuk menerapkannya.

Baca Pula:  Jakarta catat 10.168 kasus baru Covid-19 pada 17 Juli, Bali 1.091, Maluku Utara 360

Tahun ini tema yang diusung adalah “Harmonisasi Alam dan Budaya” yang menyiratkan semangat ajakan untuk hidup selaras dengan alam sebagaimana telah dicontohkan oleh nenek moyang leluhur bangsa ini yang tercermin dari budayanya yang kental dengan nilai-nilai pernghargaan terhadap alam.

Siti Nurbaya memapaparkan bahwa konservasi alam pada dasarnya telah menjadi budaya bangsa ini sejak jaman kerajaan-kerajaan Nusantara dulu. Para leluhur kita masa itu memanfaatkan sumber daya alam secara arif dan bijaksana. Mereka hidup beradaptasi dengan alam, mempelajarinya, mengembangkan dan mengambil manfaat sesuai dengan sifat dan kondisi keberadaan sumber daya alam.

“Itulah kaidah konservasi alam, memanfaatkan sumber daya alam untuk kehidupan namun tetap menjaganya agar terhindar dari kerusakan dan kepunahan” imbuh Siti Nurbaya.

Menteri LHK juga menyampaikan bahwa kondisi sekarang memang berbeda dengan dulu sejalan dengan perkembangan jaman dan bertambahnya populasi manusia yang berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan akan lahan dan sumber daya alam.

Namun hal itu diharapkan dapat diimbangi dengan penerapan pengelolaan yang didasari semangat konservasi serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pemanfaatan sumber daya alam. Satu hal yang utama adalah kepedulian serta peran serta semua pihak untuk menerapkan aspek konservasi alam dalam setiap aktivitasnya.

Sebelumnya beberapa acara talkshow diselenggarakan dengan topik mengenai pemulihan ekosistem dan pelestarian hidupan liar. Hal Itu terkait dengan isu kerusakan ekosistem dan penurunan populasi keanekaragaman hayati.

Baca Pula:  Varian Delta Covid-19 lebih menular, IRFC ingatkan Indonesia di ambang bencana

Salah satu contoh adalah penurunan populasi Yaki (Macaca nigra) yang merupakan satwa endemik Sulawesi Utara. Topik lainnya yang diangkat tentang membangun kemitraan konservasi, khususnya terkait pengelolaan kawasan konservasi.

Secara umum rangkaian acara dan kegiatan yang akan diselenggarakan pada peringatan HKAN tahun 2018 ini adalah Jambore Konservasi Alam, Pameran Konservasi Alam, upacara peringatan yang digelar hari ini, pelepasliaran satwa, pemberian apresiasi konservasi alam, pemberian Kalpataru, talkshow dan saresehan, coaching clinic, serta berbagai pentas seni dan budaya.

Semua terselenggara atas dukungan berbagai pihak terutama dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Bitung.

“Peringatan HKAN adalah momentum untuk melihat kembali upaya dan hasil konservasi alam yang telah dilakukan dan apa yang harus ditingkatkan ke depan. Kemudian aksi konservasi alam yang diangkat dan dilaksanakan pada peringatan HKAN tentunya hanya merupakan contoh untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Konservasi alam itu bukan hanya di kawasan konservasi tetapi juga di luar kawasan konservasi, di lingkungan kita semua. Untuk itu saya mengajak semua untuk mari mengimplementasikan semangat konservasi alam dalam kehidupan kita semua, dimulai dari diri kita sendiri dalam setiap aktivitas di lingkungan masing-masing” pungkas Siti Nurbaya.

Upacara peringatan ini juga turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Sulawesi Utara, Walikota Bitung, para pejabat tinggi di jajaran KLHK serta kepala-kepala UPT KLHK dan para pejabat daerah.

 

Editor: Ronny Adolof Buol



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com